BerandaBeritaRakyat Iran Berkabung Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei, Serukan Balas Dendam

Rakyat Iran Berkabung Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei, Serukan Balas Dendam

Teheran (Waspada Aceh) – Minggu, 1 Maret 2026, menjadi hari yang penuh duka dan emosi bagi rakyat Iran. Hari itu, prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berlangsung di tengah suasana yang penuh kesedihan namun juga penuh dengan semangat balas dendam.

Khamenei bersama anggota keluarganya tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada hari sebelumnya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Di Masjid Jamkaran, Qom, bendera merah berkibar di atas kubah sebagai simbol balas dendam, menyertai acara berkabung yang diadakan untuk menghormati sosok pemimpin tertinggi mereka. Dalam salah satu unggahan di media sosial pada hari yang sama, terlihat foto Khamenei yang sedang dibawa menuju peristirahatan terakhir, menjadi bukti visual dari momen yang menyedihkan.

Ratusan ribu warga Iran tumpah ruah di hampir seluruh kota untuk mengekspresikan duka mereka yang mendalam. Di Teheran, jalan-jalan dipadati oleh kerumunan orang yang membawa bendera Iran dan foto Khamenei, menunjukkan kesetiaan dan kasih sayang mereka terhadap pemimpin tersebut. Aksi solidaritas dan duka ini tidak hanya terjadi di ibu kota, tetapi juga menyebar ke kota-kota lain seperti Lorestan, Isfahan, Zahedan, Busher, hingga Rahst.

Di Rahst, seperti yang terlihat dalam video yang diunggah oleh media semi pemerintah Iran, Mehr News, warga tampak mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda berkabung. Beberapa di antara mereka bahkan terlihat menangis dengan keras, menunjukkan betapa besarnya dampak kematian Khamenei bagi kehidupan mereka.

Di rekaman lain yang beredar, warga Iran juga terdengar meneriakkan seruan balasan setimpal atas serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel. “Tak ada kompromi, tak ada menyerah, lawan Amerika,” demikian seruan yang mereka ucapkan dalam unggahan Mehr News di platform X, yang mencerminkan kemarahan dan tekad mereka untuk membalas dendam.

Kematian Khamenei bukanlah satu-satunya kerugian yang dialami oleh Iran dalam serangan tersebut. Media pemerintah juga mengumumkan bahwa anak perempuan, cucu, hingga menantu Khamenei juga tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel tersebut.

Selain itu, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga termasuk di antara mereka yang tewas bersama Khamenei. Gempuran yang dilakukan oleh kedua negara tersebut juga menyebabkan kerugian jiwa yang besar di kalangan warga sipil, dengan total 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka.

Reaksi Iran terhadap serangan ini tidak lama datang. Pada hari pertama serangan dilakukan oleh AS dan Israel, Iran sudah langsung meluncurkan gempuran balasan. Dan pada hari ini, setelah kematian Khamenei diumumkan, pasukan Iran kembali meluncurkan gelombang serangan ke aset dan pangkalan AS di Timur Tengah.

Salah satu serangan yang dilakukan oleh pasukan Iran bahkan mengenai Markas Besar Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Tel Aviv, menunjukkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan akan membalas setiap serangan yang dilakukan terhadap mereka dan pemimpin mereka.

Peristiwa ini telah mengubah suasana politik dan sosial di Iran secara drastis. Duka yang mendalam atas kematian Khamenei berpadu dengan kemarahan dan tekad untuk membalas dendam, menciptakan suasana yang tegang dan penuh potensi konflik yang lebih besar di wilayah Timur Tengah.

Seluruh dunia kini menantikan perkembangan selanjutnya dari konflik ini, dan bagaimana dampaknya akan mempengaruhi stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut maupun di seluruh dunia. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER