Beranda Laporan Khusus PTM di Aceh Singkil, Tetap Aman Berkat Prokes dan Vaksinasi

PTM di Aceh Singkil, Tetap Aman Berkat Prokes dan Vaksinasi

BERBAGI
Para siswa SMK Negeri 1 Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, akan mengikut pembelajaran tatap muka. (Foto/arief)

“Meski pembelajaran sudah dilaksanakan secara tatap muka, namun karena khawatir bahaya Covid, sehingga kita lebih mengutamakan keselamatan jiwa, sekolah tetap menjalankan prokes yang ketat”

— Kacabdis Pendidikan, Antoni Berampu —

Dari data yang berhasil dihimpun Waspadaaceh.com, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Aceh Singkil, Provinsi Aceh, dari tahun 2020 hingga 2021 tercatat mencapai 594 orang. Sebanyak 566 orang dinyatakan sembuh dan 28 orang meninggal dunia.

Dengan situasi tersebut saat itu sempat menyebabkan kepanikan dunia pendidikan di Aceh Singkil. Sampai-sampai kegiatan belajar mengajar pun dihentikan dan beralih dengan sistem pembelajaran dalam jaringan (Daring).

Namun sejak awal tahun 2022, ada perubahan sistem pembelajaran di seluruh Aceh, yakni dari daring (online) menjadi pembelajaran tatap muka (PTM). Begitu pun, meski kasus COVID-19 mulai menurun, pembelajaran tatap muka dilaksanakan dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap siswa dari paparan COVID-19 dengan melaksanakan prokes dan menjalankan vaksinasi.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Wilayah Kota Subulussalam dan Aceh Singkil, Antoni Berampu, kepada Waspadaaceh.com, Jumat (15/4/2022) mengungkapkan, saat ini pembelajaran sudah dilaksanakan dengan normal, yakni PTM tapi dengan mengikuti prokes yang ketat.

“Meski pembelajaran sudah dilaksanakan secara tatap muka, namun karena khawatir bahaya Covid, sehingga kita lebih mengutamakan keselamatan jiwa, sekolah tetap menjalankan prokes yang ketat,” kata Antoni.

Apalagi virus ini penularannya juga tidak bisa diprediksi, sehingga langkah antisipasi pencegahan penyebarannya harus dilakukan, khususnya kepada siswa dan guru. Maka semua siswa harus menghindari kerumunan selama melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Wilayah Kota Subulussalam dan Aceh Singkil, Antoni Berampu. (Foto/arief)

“Virus ini sangat berbahaya, jika yang imunnya lemah bisa terpapar. Sehingga kami juga mengimbau kepada anak-anak melalui sekolah untuk menjaga imun dengan melakukan olahraga, minum susu, banyak makan sayur dan buah-buahan,” ucap Antoni

Siswa Jalani Vaksinasi

Di samping itu, untuk menjaga kekebalan kelompok di kalangan siswa, warga pendidikan harus melakukan vaksin 1, 2 dan vaksin 3 yang sedang berjalan sesuai instruksi pemerintah. Ini upaya yang dilakukan untuk meningkatkan imun sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik.

Antoni mengatakan, pihak dinas tetap terus memberikan imbauan agar tetap mengikuti prokes karena fatal akibatnya jika lalai. “Namun Alhamdulillah selama ini siswa-siswi SMA sederajat di Aceh Singkil tidak ada yang terkonfirmasi positif COVID-19,” pungkas Antoni.

Terpisah, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN) Gunung Meriah, Aceh Singkil, Anhar DH, kepada Waspadaaceh.com, Kamis (14/4/2022) di sekolahnya, mengaku pada tahun 2020 hingga 2021, dia sempat panik dan khawatir terhadap ancaman penyebaran virus Corona terhadap anak didiknya.

Lantas ketika itu pihak sekolah menyepakati menghentikan belajar tatap muka dan melaksanakan pembelajaran sistem daring sesuai arahan pemerintah melalui Dinas Pendidikan Aceh.

epala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN) Gunung Meriah, Aceh Singkil, Anhar DH. (Foto/Ist)

“Alhamdulillah penyebaran virus ini belum sampai ada kasus terkonfirmasi positif di sekolah ini. Karena waktu itu cepat diantisipasi sesuai anjuran pemerintah,” ucap Anhar.

Namun akibat Covid ini, sangat mengganggu sistem pembelajaran siswa. Karena kelemahan daring, guru tidak bisa mendidik sikap dan karakter siswa. Mereka berada di rumah bersama orang tua. Banyak orang tua dan siswa juga keberatan dengan sistem belajar daring.

Dia bersyukur sekarang sudah bisa melaksanakan pembelajaran secara PTM. Meski kondisi saat ini sudah mulai normal, melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun protokol kesehatan (Prokes) tetap dilaksanakan, termasuk vaksinasi siswa dan guru, terang Anhar.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Singkil, Fauzan Karni. Katanya, meski tidak ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 di kalangan siswa, pihak sekolah tetap menerapkan protokol kesehatans secara ketat.

“Meski kondisi saat ini mulai normal, namun pihak sekolah tetap mengikuti anjuran pemerintah. Seperti tetap melaksanakan prokes, menyediakan handsanitizer, cuci tangan dan tetap pakai masker termasuk mengaktifkan thermogen sebelum mengikuti PTM,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Singkil, Fauzan Karni. (Foto/arief)

Di samping itu pelaksanaan vaksinasi juga sudah mencapai 100 persen bagi guru, dan lebih 90 persen bagi siswa.

Tidak Khawatir Karena Prokes

Sementara itu salah seorang siswi SMK Negeri  1 Gunung Meriah, Khairunisa, yang ditemui Waspadaaceh.com, di sekolah usia mengikuti PTM, mengaku tidak takut dengan adanya COVID-19.

“Ya biasa aja pak, tidak takut. Karena kan ada arahan guru-guru dan juga orang tua untuk jaga Prokes biar tidak kena Covid, ya sudah. Tetapi kami tetap ikuti arahan untuk pakai masker dan cuci tangan,” ucap siswa kelas XI Multimedia A itu.

 “Lebih enak belajar tatap muka seperti sekarang ini. Bisa  belajar langsung dan berbicara dengan guru-guru di sekolah,” pungkas Nisa yang mengaku sedang menunggu becak jemputan untuk pulang ke rumahnya.

Sementara itu salah satu orang tua murid di Singkil, Khairuman, yang dikonfirmasi menyampaikan, situasi saat ini sudah mulai aman dari COVID-19 maupun Omicron. Aktivitas masyarakat juga sudah seperti biasa untuk mencari rezeki yang selama ini terganggu karena Covid.

Meski sebelumnya sempat mengkhawatirkan. “Saya waktu itu sempat minta dua anak saya yang masih SD untuk sementara libur sekolah karena antisipasi penyebaran COVID-19,” katanya.

“Kalau sekarang ya Alhamdulillah sudah normal lah, tidak perlu kita besar-besarkan Covid ini. Anak sekolah juga sudah belajar seperti biasa,” pungkas Khairuman. (Arief)

BERBAGI