Jakarta (Waspada Aceh) – Indonesia segera menambah kekuatan armada lautnya dengan kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dihibahkan oleh Pemerintah Italia.
Saat ini, proses pemindahan kepemilikan kapal tersebut masih berlangsung dan berada dalam tahap administrasi serta negosiasi antarpihak.
Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Sekretariat Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pekan lalu, menyampaikan bahwa kapal tersebut merupakan bagian dari skema hibah Pemerintah Italia kepada Indonesia.
“Informasi yang dapat kami konfirmasi, kapal tersebut merupakan bagian dari skema hibah dari Pemerintah Italia,” ujarnya.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan proses akuisisi masih dalam tahap negosiasi yang melibatkan TNI Angkatan Laut, Angkatan Laut Italia, perusahaan pembuat kapal Fincantieri, serta Kementerian Pertahanan.
“Masih proses negosiasi antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia, dengan Fincantieri sebagai pabrikan, dan Kemenhan,” kata Ali.
Dikutip dari berbagai sumber, Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk pertama yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia, diluncurkan pada 1983. Saat ini, kapal tersebut tengah menjalani proses peningkatan (upgrade) besar di Taranto, Italia, sebelum diserahkan kepada Indonesia.
Jika seluruh proses berjalan lancar, kapal itu diproyeksikan tiba di Indonesia pada Oktober 2026.
Kapal ini memiliki panjang 180,2 meter, bobot sekitar 13,8 ribu ton, dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Dari sisi persenjataan, kapal ini dilengkapi dengan empat sistem peluru kendali Otomat Mk2 yang dipasang di buritan kapal dan dua peluncur torpedo tiga tabung ILAS. Nama kapal ini sendiri diambil dari seorang patriot dan tokoh militer Italia pada abad ke-19, Giuseppe Maria Garibaldi. (*)



