Kamis, April 18, 2024
Google search engine
BerandaPolisi Amankan Peternak yang Buang Bangkai Babi Sembarangan

Polisi Amankan Peternak yang Buang Bangkai Babi Sembarangan

Medan — Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Sunggal, Medan, Sumatera Utara, mengamankan seorang yang sedang membawa bangkai babi, Selasa malam (19/11/2019).

Penangkapan seorang peternak berikut seekor bangkai babi ini dilakukan saat Tim Pegasus Polsek Sunggal melaksanakan patroli dan pemantauan di seputaran Desa Helvetia, Medan, untuk mengantisipasi pembuangan bangkai babi secara sembarangan di sungai dan pinggir jalan.

“Pelaku yang diamankan adalah HS, 65, penduduk Jalan Mega, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, berikut barang bukti satu ekor bangkai babi dan beca bermotor (betor),” ucap Kapolsek Sunggal, Kompol M Yasir Ahmadi SIK MH kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

Sebelumnya, petugas kepolisian juga mengamankan tiga orang peternak, setelah polisi memeriksa seorang penarik beca berinisial SHB. Dia pelaku yang membuang dua ekor bangkai babi di wilayah Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (17/11/2019).

Kompol Yasir Ahmadi, mengatakan, pemeriksaan itu juga telah dilakukan, pada Selasa (19/11/2019), sejak pukul 14.00 WIB. “Pemeriksaan ini terkait penangkapan pembuang bangkai babi di Desa Helvetia, kemarin,” ungkapnya kepada wartawan.

Yasir menjelaskan, ketiga peternak babi yang diperiksa ini, masing-masing berinisial PSS, 38, warga Jalan Helvetia by pass Desa Helvetia, DS, 47, warga Jalan Karya Ujung Desa Helvetia, dan JVP, 45, warga Jalan Karya 5 Desa Helvetia.

PSS, sebut Yasir, memiliki kandang babi di samping rumahnya dengan jumlah ternak babi 12 ekor, DS memiliki kandang di kawasan Jalan Pra Sejahtera 1, Dusun 6, Desa Helvetia sebanyak 20 ekor, dan JVP memiliki kandang babi di belakang rumah sebanyak 5 ekor.

“Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengaku tidak mengenal pelaku penarik becak SHB,” ujarnya.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, masyarakat di Medan sekitarnya, merasa resah setelah menemukan ratusan bangkai babi dihanyutkan ke Sungai Bedera dan Danau Siombak. Bangkai babi tersebut sengaja dihanyutkan oleh para peternak kecil setelah mati terserang virus kolera.

Bangkai babi ini bahkan hanyut hingga ke beberapa sungai di Aceh, salah satunya Sungai Singkil di Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Perusahaan air minum-PDAM Tirta Singkil, terpaksa menghentikan distribusi air bersih kepada konsumen, setelah khawatir bangkai babi yang hanyut di sungai mencemari sumber airnya.

Sejak merebaknya bangkai babi hanyut di sungai atau dibuang di pinggir jalan, Polsek Sunggal bersama Muspika, dalam pekan ini telah menguburkan sedikitnya 115 ekor bangkai babi yang terjangkit virus kolera.

Tindakan itu dilakukan untuk menjawab keresahan warga atas adanya bangkai babi yang dibuang sembarangan.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi menjelaskan, penguburan bangkai babi itu dilakukan untuk menjawab keresahan warga atas adanya bangkai babi yang dibuang secara sembarangan.

“Diharapkan dengan adanya tindakan ini membuat timbul kesadaran para peternak apabila hewan ternaknya mati dapat dikuburkan tanpa membuang bangkai secara sembarangan, karena dapat merusak kesehatan,” jelas Kompol Yasir.

Dijelaskannya, adapun tim yang terdiri dari Muspika Kecamatan Sunggal bersama dengan Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara dibantu warga diawali dengan melakukan penyisiran ke lokasi kandang ternak babi milik warga di Dusun IV dan Dusun VI, Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Deliserdang.

Dalam penyisiran tersebut tim berhasil menemukan 115 ekor ternak babi milik warga yang telah mati diduga akibat terkena virus kolera.

Selanjutnya temuan bangkai babi tersebut dibawa menuju lokasi tempat penguburan di Jalan Karya 7 Dusun IV, Desa Helvetia. Seluruh bangkai babi dimasukkan ke dalam lubang penampungan dan ditimbun tanah menggunakan alat berat yang telah dipersiapkan pihak kecamatan. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER