Kamis, Juli 25, 2024
Google search engine
BerandaAcehPj Wali Kota Banda Aceh: Pelaku Usaha Tidak Layani Pelanggan Saat Magrib

Pj Wali Kota Banda Aceh: Pelaku Usaha Tidak Layani Pelanggan Saat Magrib

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq, meminta pelaku usaha seperti warkop, restoran, kantin hingga kafe tidak melayani pelanggan saat berkumandang adzan Magrib. Pelaku usaha pun diminta untuk menegakan shalat daripada urusan duniawi saat masuk waktu shalat.

Hal itu disampaikan Bakri Siddiq ketika menerima audiensi Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota di Blang Padang, Rabu (27/7/2022). Bakri menekankan pentingnya penegakan syariat Islam.

Bakri berulang kali menekankan bahwa salah satu program utamanya usai dilantik adalah penegakan syariat Islam di Banda Aceh. Apalagi, Banda Aceh merupakan miniatur Provinsi Aceh, artinya apa yang terjadi di ibukota provinsi ini adalah cerminan Aceh menyeluruh.

“Apa yang terjadi di sini akan dicontoh daerah lain. Jadi, Banda Aceh penegakan syariat Islam harus tegak,” kata Bakri.

Bakri juga meminta dukungan dan masukan dari ulama MPU untuk menyosialisasikan penegakan syariat Islam di Banda Aceh. Dia pun meminta koreksi kepada ulama mengenai penegakan syariat.

“Mohon disampaikan juga kepada masyarakat kita, kafe, warkop, rumah makan dan kantin tidak melayani pelanggan saat adzan kumandang. Tinggalkan sebentar 5 menit, tidak lama untuk shalat. Buat di situ, pemberitahuan agar pelanggan tahu,” ujarnya sembari meminta kepada ulama MPU untuk membantu menyosialisasikannya.

Bakri berkeinginan jika shalat ditegakan maka akan meminimalisir kegiatan atau tindakan-tindakan yang melanggar syariat Islam. Hal itu pun sesuai dengan penegakan syariat Islam di Banda Aceh.

“Banda Aceh harus menjadi contoh. Apalagi, luar Aceh melihat secara keseluruhan dari Kota Banda Aceh. Ini menjadi perhatian utama bagi saya, karena sejak dilantik di awal saya komit untuk penegakan syariat,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa salah satunya di kawasan wisata Pantai Ulee Lheue pedagang sudah diingatkan agar tidak beraktivitas di kegelapan. Pelaku usaha juga diminta mengingatkan untuk pasangan bukan muhrim tidak berduaan.

“Secara rutin kita juga terus awasi di sana. Kita ingatkan terus pedagang. Tujuannya apa, agar pelanggaran syariat Islam itu minim. Saya tentunya fokus dan inten bagaimana penegakan syariat Islam kita bisa berjalan dengan baik,” tegasnya. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER