Minggu, Juli 21, 2024
Google search engine
BerandaTeknologiPesawat Terkuat Amerika untuk "Hari Kiamat," Keok Diterjang Seekor Burung

Pesawat Terkuat Amerika untuk “Hari Kiamat,” Keok Diterjang Seekor Burung

Media-media internasional melaporkan, seekor burung menyebabkan salah satu dari empat mesin pesawat canggih E-6B Mercury mengalami kerusakan pada awal Oktober 2019.
Sebagaimana dilaporkan The Washington Post, E-6B Mercury adalah pesawat jenis Boeing 707 milik Angkatan Laut Amerika yang dirancang paling kuat dan diakui sebagai tahan terhadap ledakan nuklir.
Pesawat canggih dan paling kuat itu, bahkan disebut-sebut sebagai pesawat untuk menghadapi “Hari Kiamat.” Tapi nyatanya, pesawat tersebut malah keok hanya oleh seekor burung yang menabraknya.
Sumber di Angkatan Laut Amerika mengatakan, kejadian itu sebagai “insiden kelas A.” Tak tanggung-tanggung, insiden itu telah menimbulkan kerugian cukup besar, sekitar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp28 miliar, karena kerusakan pada pesawat tersebut.
Juru bicara Naval Air Warfare Center Aircraft Division, Tim Boulay, mengatakan, kecelakaan itu terjadi ketika E-6B Mercury melakukan manuver mendarat dan lepas landas.
Dia menyebutkan, insiden itu terjadi di Naval Air Station Patuxent River di Maryland, AS. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, dan pesawat berhasil mendarat dengan aman pada pukul 3.12 sore waktu setempat.
Pesawat E-68 Mercury sendiri saat ini telah menjalani perbaikan dan kembali bertugas. “Mesin yang rusak telah diganti dan pesawat ini telah kembali mengudara,” ungkap Boulay.
E-68 Mercury selama ini punya tugas menjadi pusat komando dan komunikasi AL AS bila terjadi perang nuklir. Center for the National Interest AS menyebutkan, sistem pesawat ini dirancang untuk bisa bertahan dari dampak hantaman elektromagnetik yang berasal dari ledakan bom nuklir di bawahnya.
Pesawat E-68 Mercury menggunakan sistem komunikasi frekuensi rendah. Ini membuat para pemimpin AL AS bisa berkomunikasi dengan kapal selam di lautan yang membawa senjata nuklir mereka.
Pesawat ini juga bisa memiliki sistem kendali rudal jarak jauh. Ini berarti para pemimpin militer AS bisa meluncurkan rudal antar benua dari pesawat itu. (**)
BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER