Selasa, Maret 5, 2024
Google search engine
BerandaAcehPeringati 19 Tahun Tsunami Aceh, BAST Usung Tema "Belajar Tsunami dari...

Peringati 19 Tahun Tsunami Aceh, BAST Usung Tema “Belajar Tsunami dari Arsip”

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) akan menyelenggarakan peringatan 19 tahun tsunami Aceh pada 13 Desember 2023 di Kantor BAST, yang terletak di Bakoy, Aceh Besar.

Kepala BAST Muhamad Ihwan, mengatakan Kegiatan ini merupakan agenda tahunan BAST yang dimaksud untuk merefleksikan peristiwa tsunami sebagai pembelajaran yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bencana yang dapat terjadi setiap saat.

Peristiwa gempa dan tsunami Aceh, pada 26 Desember 2004, kata Ihwan, merupakan salah satu bencana alam terbesar di dunia yang menelan ratusan ribu korban jiwa serta merusak infrastruktur dan kehidupan masyarakat Aceh.

Bencana ini tentunya sangat membekas di hati masyarakat, hingga setiap tahunnya diperingati dengan beragam kegiatan dalam mengenang peristiwa yang maha dahsyat itu.

Dalam peringatan 19 tahun tsunami Aceh, BAST mengangkat tema “B19 WAVE TO LEARN: Belajar Tsunami dari Arsip”. Tema ini dipilih untuk menggarisbawahi pentingnya arsip sebagai sumber primer berbagai ilmu pengetahuan.

BAST, sebagai lembaga kearsipan yang mengelola arsip tsunami, memiliki peran krusial dalam pengelolaan, pelestarian, dan penyajian arsip tersebut sebagai rujukan informasi dan penelitian, terutama tentang bencana tsunami. Edukasi mengenai bencana tsunami melalui khazanah arsip tsunami menjadi poin utama dalam kegiatan peringatan 19 tahun tsunami Aceh yang diintegrasikan dengan pameran arsip tsunami, sehingga memungkinkan generasi muda menjadi sadar dan waspada terhadap bencana, khususnya bencana tsunami.

Pada peringatan 19 tahun kali ini, kata Ihwan, BAST mengadakan serangkaian kegiatan, termasuk Focused Group Discussion (FGD) tentang “Arsip Kebencanaan sebagai Rujukan Pembelajaran Bencana dan Mitigasi Bencana”. FGD ini telah berlangsung pada 28 November, serta Coffe Morning bersama insan pers pada tanggal 1 Desember 2023.

Selain itu, lanjut Ihwan, diklat pengelolaan Arsip pada perguruan tinggi di Aceh oleh Pusdiklat ANRI, yang akan dilaksanakan pada 12 Desember 2023, diikuti oleh kegiatan digitasi arsip dan preservasi arsip bagi lembaga maupun masyarakat yang menyimpan arsip-arsip kuno oleh tim preservasi arsip-arsip nasional Republik Indonesia pada 14 November 2023.

“Kegiatan puncak, yakni seremonial peringatan 19 tahun gempa dan tsunami Aceh dan pameran arsip tsunami akan digelar pada 13 Desember 2023,” jelasnya.

Tujuan utama dari kegiatan ini, tambah Ihwan, memberikan pembelajaran bagi seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan arsip dan menjadikan arsip sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi generasi saat ini dan mendatang.

Selain itu, kata Ihwan, kegiatan ini juga untuk mengubah paradigma masyarakat dari sekadar melihat arsip sebagai kumpulan dokumen menjadi pengenalan akan nilai signifikan dari setiap rekaman yang terdapat di dalamnya. Dengan menyadari bahwa arsip tidak hanya sekadar data historis, namun juga menjadi panduan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam merencanakan tindakan pencegahan, mitigasi, dan respons terhadap bencana alam.

Menurutnya, arsip memiliki peran krusial dalam pembangunan berkelanjutan karena bukan hanya merekam sejarah, tetapi juga menjadi landasan bagi pengambilan keputusan yang bijaksana di masa depan. Arsip memberikan wawasan yang mendalam terhadap peristiwa, kehidupan, dan perubahan yang telah terjadi. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments