Minggu, April 21, 2024
Google search engine
BerandaPariwaraPeranan Keluarga Penting dalam Membentuk PHBS di Aceh

Peranan Keluarga Penting dalam Membentuk PHBS di Aceh

“Rumah sebagai tempat istirahat dan juga tempat berlindung, maka pola hidup bersih dan sehat perlu diterapkan”

=== Dr. Iziddin Fadhil, Akademisi Universitas Abulyatama Aceh ===

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga pola hidup sehat yang ditanamkan sejak dini. Hal ini penting untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sayangnya, masih banyak masyarakat Aceh yang belum menerapkan PHBS secara optimal.

Dr. Iziddin Fadhil, akademisi Universitas Abulyatama Aceh yang juga Direktur RSU Teungku Fakinah, mengatakan bahwa peran keluarga sangat berpengaruh dalam membentuk PHBS. Ia menekankan bahwa orangtua harus menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Rumah sebagai tempat istirahat dan juga tempat berlindung, maka pola hidup bersih dan sehat perlu diterapkan. Orangtua kita dorong dapat memahami dan mengetahui apa itu PHBS, bagaimana menyediakan makanan bergizi, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, kemudian tidak merokok, Jadi tidak cukup hanya kebersihan lingkungan saja, bagaimana menyediakan fasilitas dan gaya hidup sehat,” tutur dr Iziddin kepada Waspadaaceh.com, Selasa (19/12/2023).

Konsumsi Makanan Bergizi

Ia mencontohkan hal-hal kecil yang bisa dilakukan oleh keluarga, seperti menyediakan makanan bergizi, misalnya mengkonsumsi ikan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Menurutnya, pola makan keluarga perlu diubah.

ILUSTRASI. (Foto/Ist)

“Sayangnya banyak yang tidak menerapkan pola makan dengan gizi seimbang. Misalnya coba kita perhatikan Rumah makan di Aceh juga disajikan aneka ragam makanan tapi tidak ada buah, seharusnya buah-buahan ini dijadikan bagian dari paket yang disajikan,” tambahnya.

Jangan Begadang, Kurang Tidur Berdampak bagi Kesehatan

Selain itu, ia juga menyarankan agar setiap individu memiliki waktu tidur yang cukup, jangan begadang, karena juga berdampak bagi kesehatan.

“Waktu istirahat paling baik 8 jam, minimal 6 jam kita punya waktu istirahat, jangan sampai begadang. Saya lihat perilaku, di kafe banyak anak muda sampai larut malam main game, ini bukan perilaku yang baik. Pola seperti ini harus disosialisasikan, istirahatlah minimal 6 jam. Karena organ tubuh juga perlu istirahat, ada beberapa fungsi organ bekerja maksimal pada jam tertentu. Misalnya fungsi hati membuang racun di tubuh, hati optimal bekerja saat kita tidur,” paparnya.

Menurut Dr. Iziddin, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris 1 Ikatan Dokter Indonesia Aceh, hasil survei yang dilakukan pada awal pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa tingkat PHBS di masyarakat cukup tinggi, yaitu hampir 85 persen. Hal ini disebabkan karena tingkat awareness (kekhawatiran) masyarakat yang juga tinggi.

“Kepatuhan terhadap PHBS harus dipertahankan tidak hanya saat masa Covid, tapi juga setelahnya,” katanya.

Rutin Berolahraga

Kemudian Dr. Iziddin juga mengatakan tren perilaku hidup sehat yang mulai meningkat di Aceh, seperti gerakan masyarakat hidup sehat yang rutin berolahraga.

“Saya juga memerhatikan, misalnya di sore hari banyak yang berolahraga seperti Stadion Harapan Bangsa, ini jadi bagian dari budaya, ini yang harus didorong, disosialisasikan, dipublikasikan, dan merubah persepsi orang,” jelasnya.

Dia juga berharap agar pola hidup sehat ini bisa terus diterapkan bagi setiap individu yang didorong untuk dimulai dari diri sendiri, kemudin diterapkan dalam keluarga yang diharapkan juga menjadi role model sehingga berkembang di masyarakat.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu program prioritas pemerintah Aceh untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. PHBS meliputi berbagai aspek, seperti makanan bergizi, sanitasi, kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit, dan pelayanan kesehatan.

PHBS Harus Diterapkan di Semua Tatanan

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr. Sulasmi PHBS harus diterapkan di semua tatanan, mulai dari rumah tangga, sekolah, tempat kerja, fasilitas umum, hingga sarana kesehatan.

Dinas Kesehatan Aceh telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong dan memfasilitasi penerapan PHBS di masyarakat. Beberapa upaya yang dilakukan yaitu sosialisasi dan edukasi tentang PHBS kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. (Adv)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER