Beranda Aceh Penjual “Jambee Kleng” Menghiasi Sisi Jembatan Pante Pirak

Penjual “Jambee Kleng” Menghiasi Sisi Jembatan Pante Pirak

BERBAGI
Pedagang Jamblang di Jembatan Pante Pirak, Banda Aceh, Selasa (27/7/2021). Foto Kia Rukiah

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sejumlah pedagang musiman ramai berjualan boh jambee kleng alias buah jamblang di sisi Jembatan Pante Pirak, Kota Banda Aceh.

Pantauan di Jembatan Pante Pirak, Kota Banda Aceh, Selasa (27/7/2021), mereka berjualan mulai pagi hingga sore hari dengan bangku kecil dan meja kecil, yang di atasnya diletakkan barang dagangan.

Mereka menantikan pembeli yang berlalu lalang naik kendaraan. Mereka berjualan di jembatan di pusat Kota Banda Aceh itu saat musim jamblang berlangsung.

Buah tersebut dijual di dalam gelas plastik dengan kisaran harga Rp5.000 sampai Rp10 ribu per gelas. Musim buah berbahasa latin syzygium cumini ini biasanya bisa dinikmati pada sekitar bulan Juli hingga Agustus.

“Saat ini belum begitu banyak buahnya, puncaknya panen nanti bulan delapan, biasanya sampai bulan sembilan nanti,” ucap Ida, 45, penjual jamblang asal Darussalam, Aceh Besar.

Ida mengatakan jenis jamblang yang dijual adalah jamblang hitam, tak ada yang putih. Karena hitam, makanya dinamakan jambee kleng atau jambu keling.

Selain itu, dia juga mengatakan jamblang sering dijuluki dengan anggurnya Aceh karena bentuknya yang bulat serta warnanya yang hitam keunguan. Tapi rasanya tentu berbeda dengan anggur karena jamblang memiliki biji tunggal berukuran sedikit besar.

Buah yang rasanya kelat dan sepat, tapi ada rasa manisnya ini sangat dinanti-nantikan masyarakat Aceh setiap musimnya.

“Musim jamblang sering kami tunggu-tunggu karena selain kami bisa menikmati, kami juga bisa mendapatkan penghasilan tanpa mengeluarkan banyak modal,” tuturnya.

Selain di sisi Jembatan Pante Pirak, penjual jamblang juga banyak ditemui di sisi jalan Universitas Syiah Kuala dan sepanjang jalan tempat wisata Ujong Batee maupun Pasir Putih, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Dengan banyaknya penjual di pinggir jalan, memudahkan pembeli mendapatkan buah jamblang. Untuk menambah kenikmatan, jamblang ini juga biasanya ketika dijual dilengkapi dengan garam, gula yang telah dicampur cabai rawit atau ditambah pliek u (patarana) kering sebagai pelengkap. (Kia Rukiah)

BERBAGI