Pengunjung Pameran yang Disebut Sebagai Artefak Rasulullah di Banda Aceh Membeludak

    BERBAGI
    Pengunjung saat mengantri untuk melihat pameran artefak Rasulullah SAW. (Foto/Kia)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Majelis Zawiyah Nurun Nabi Naqshabandi Nazimiya Aceh menggelar pameran benda yang disebut sebagai artefak Rasulullah SAW di Banda Aceh. Para pengunjung membeludak hingga sore hari, pada Sabtu (22/1/2022).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gampong Lambhuk, Banda Aceh. Sejak dari pagi hingga sore hari Jl.T Islandar Lambhuk macet akibat masyarakat terus berdatangan demi menyaksikan pameran tersebut.

    Para pengunjung terlebih dahulu harus mengambil tiket pada pintu masuk yang telah disediakan oleh panitia.

    Antrian panjang, padat, panas dan penuh sesak tidak menyurutkan semangat pengunjung untuk tetap bisa menyaksikan pameran benda bersejarah itu.

    Panitia yang bertugas menjaga pintu masuk, tampak sedikit kewalahan memberikan arahan kepada pengunjung. Karena tempat itu terus-terusan diserbu pengunjung hingga menyebabkan bagian pintu rusak.

    Ketua Panitia Pelaksana, Anhar Razali, mengatakan pameran ini pertama kalinya diadakan di Banda Aceh. Dia menyebut, terlihat antusias masyarakat menyaksikan pameran ini sungguh luar biasa.

    “Alhamdulillah antusias masyarakat hari ini luar biasa. Tadi saja kami tidak menyangka hampir seribu, dan saat ini jalan di depan macet serta diperkirakan sampe sore nanti akan mencapai 5.000 pengunjung,” sebutnya.

    Dia menyebutkan, benda bersejarah itu sampai di Banda Aceh pada Sabtu dini hari (22/1/2022) pukul 03.00 WIB dan pukul 9.00 WIB dibawa ke tempat pameran.

    Anhar membeberkan sedikitnya ada 11 artefak yang dipamerkan, yang disebutnya sebagai tongkat, siwak, pedang, darah bekam, biang keringat, kain kiswah ka’bah, imamah, sorban, sandal, dan rambut serta tanah makam Nabi Muhammad SAW.

    Anhar menambahkan, dalam pameran tersebut semua peninggalan artefak sudah mendapatkan sertifikat internasional, sehingga sudah terjamin keasliannya.

    Anhar menuturkan, pada awal pihaknya hanya ingin melaksanakan Maulid saja. Namun saat bersamaan, pihaknya mendapat tawaran dari pihak terkait untuk menggelar pameran artefak.

    “Sebenarnya sudah sejak lama kami ingin membuat kegiatan ini, mengingat membutuhkan dana yang banyak belum terlaksana. Kemudian ada yang menawarkan seperti yang kita harapkan dan langsung kita setujui dengan persiapan yang cukup singkat hanya seminggu,” jelasnya.

    Di samping itu, kata Anhar, kegiatan tersebut bekerjasama dengan beberapa majelis, yaitu Majelis Inayatullah, Majelis At-Taufiq, Majelis MBA, Majelis Raisul Fata, Remaja Masjid Lambhuk, serta beberapa instansi terkait lainnya.

    Adapun harapan yang diinginkan dengan kegiatan ini, kata Anhar, masyarakat lebih mengenal Rasulullah dan semakin meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah lewat peninggalan benda tersebut.

    “Kita harapkan supaya masyarakat yang selama ini hanya bersholawat kepada baginda Rasulullah, jadi setidaknya dengan adanya pameran ini rasa rindu kepada Rasulullah sedikit terobati,” tutupnya. (Kia Rukiah)