Lhokseumawe (Waspada Aceh) – Para pengungsi Muslim etnis Rohingya, yang sebelumnya berada di bekas kantor Imigrasi Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, kembali direlokasi ketempat yang baru, yaitu di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Gampong Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat sore (10/7/2020).
Sedikitnya 99 orang pengungsi Rohingya, diantaranya 48 wanita, 17 pria dewasa dan 34 anak – anak, dari bekas kantor imigrasi, mereka diangkut ke BLK dengan mengunakan bus yang turut dikawal aparat kepolisian.
Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, kepada wartawan menyebutkan, pemidahan pengungsi etnis Rohingya dilakukan karena di bekas kantor imigrasi tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Mereka juga direlokasi setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh Utara.
“Sebenarnya mereka direlokasikan ke shalter bekas pengungsi Rohingya di kawasan Gampong Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara. Tapi karena sudah difungsikan untuk karantina orang dalam pemantauan (ODP) yang pulang dari luar daerah atau daerah terdampak COVID-19, sehinga mereka ditempatkan di gedung BLK,“ terang Suadi Yahya.
Sementara Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, mengatakan, untuk pengamanan di lokasi penampungan pengungsi etnis Rohingya, pihaknya akan bekerjasama dengan TNI dan Satpol PP, dan akan membuat shift untuk piket.
“Pengungsi Rohingya juga akan diberikan sosialisasi terkait aturan serta adat gampong yang berlaku di lokasi penampungan. Selain itu para pengungsi nanti akan diberikan bimbingan agar mandiri dengan sejumlah kegiatan di lokasi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 99 orang warga etnis Rohingya, diantaranya 48 wanita, 17 pria dewasa dan 34 anak–anak terdampar di perairan Aceh, Rabu siang (24/6/2020). para pengungsi itu terombang-ambing di laut lepas. Kapal motor yang mereka tumpangi bahkan nyaris tenggelam sehingga mereka diselamatkan dan dievakuasi ke kapal motor milik nelayan Aceh. (Riri) .