Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pencurian meteran air PDAM di Aceh Besar, Provinsi Aceh terus meluas hingga mencapai 32 titik dalam satu pekan di awal tahun 2026 ini. Praktik ini menimbulkan kecemasan warga hingga kini pelaku belum juga tertangkap.
Pencurian meteran ini diketahui awalnya heboh dan viral terjadi di beberapa wilayah Kota Banda Aceh di awal tahun di media sosial, namun kini merembet hingga kawasan Kabupaten Aceh Besar yang berbatasan langsung dengan ibukota Provinsi Aceh itu.
“Tadi malam air lancar ngalir ke dalam rumah, tapi pagi subuh air tidak ngalir lagi. Pakai mesin air Sanyo, tak juga keluar. Ternyata sudah tidak ada meteran air di depan rumah kami, hilang,” kata Fatimah, warga Gampong Garot Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (13/1/2026).
Hal yang sama juga diungkapkan, Dedi. Warga Gampong Gue Gajah, Darul Imarah, Aceh Besar. Dia mengungkap, rumahnya kehilangan meteran air diketahui pada saat waktu subuh saat dirinya bersiap mau shalat dan hendak pergi kerja.
“Subuh, mau ke Mesjid. Air sudah mati. Saya hidupkan Sanyo tak keluar. Saya cek ke depan rumah, ternyata meteran hilang. Air sudah mengucur keluar, nyembur-nyembur keluar, karena tak ada meterannya,” ujarnya.
Petugas PDAM Tirta Mountala, Tajudin, hingga saat ini sudah 32 titik dalam sepekan pelanggan yang melaporkan kejadian kehilangan meteran air.
Wilayah yang kehilangan meteran itu terjadi di Gampong Lamtheun, Tingkeum, Punie, Garot, Ajun, Lampasie Engking, Komplek Payating (depan Kantor Camat Peukan Bada), Komplek Bosnila, Lamlumpu.
Direktur Teknik PDAM Tirta Mountala, Salman, menjelaskan saat ini pihaknya masih mendata dan merekapitulasi ulang jumlah pelanggan terdampak akibat pencurian meteran air ini.
Salman mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati dengan memasang besi penyangga atau di dalam pagar rumah serta bisa memasang cctv sebagai antisipasi pencurian serupa. (*)



