Beranda Aceh Pemkab Aceh Utara Bersama Stakeholders Berkomitmen Tekan Angka Stunting

Pemkab Aceh Utara Bersama Stakeholders Berkomitmen Tekan Angka Stunting

BERBAGI
Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, melakukan penandatanganan komitmen bersama dalam rangka penurunan angka stunting di Aceh Utara. (Foto/Syaiful).

Aceh Utara (Waspada Aceh) – Pemkab Aceh Utara bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) berkomitmen dalam membantu mencegah dan menurunkan kasus stunting bagi bayi dan balita di kabupaten tersebut.

Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan komitmen bersama yang digelar Dinas Kesehatan kabupaten setempat, di hotel Lido Graha Lhokseumawe, buka langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Selasa (30/3/2021).

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf mengatakan, penandatanganan komitmen bersama lintas sektor ini bukan semata acara seremonial. Namun semua unsur dalam daerah sudah sepakat untuk menurunkan angka stunting di Aceh Utara.

“Aceh Utara di tetapkan sebagai salah satu kabupaten lokus stunting dimana saat ini angka balita stunting mencapai 15 persen,d ari jumlah seluruh balita,stunting adalah gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi,” kata Fauzi Yusuf.

Menurut Fauzi Yusuf, upaya komitmen dalam menanggani stunting yang merupakan program nasional di bidang kesehatan seluruh stakeholder dapat membantu mencegah dan menurunkan kasus stunting bagi bayi dan balita di Kabupaten Aceh Utara, sehingga tahun 2022 mendatang bebas dari stunting.

“Semua stakeholder khususnya kepada 650 Bidan Desa (Bides) yang tersebar di 852 desa bisa bekerja semaksimal mungkin untuk fokus dalam penangganan kasus stunting,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin didampingi Kabid kesehatan masyarakat (Kesmas) Samsul Bahri, menyebutkan, di Aceh ada tiga kabupaten menjadi lokus stunting tahun 2021, Ketiganya, yaitu Aceh Utara, Aceh Tamiang dan Aceh Besar. Maka pentingnya membentuk tim terintegrasi dari seluruh stakeholder dalam rangka penurunan angka stunting,

“Di Aceh Utara dari 27 kecamatan 16 kecamatan di antaranya menjadi lokus stunting tahun 2021. Karena dari 34.500 bayi/ balita yang gagal tumbuh akibat kekurangan gizi atau kategori stunting mencapai 15 persen. Maka kami harapkan dengan komitmen bersama ini dapat menurunkan angka balita stunting di Kabupaten Aceh Utara,” pungkasnya. (Syaiful).