Beranda Aceh Pemerintah Aceh Berlakukan Barcode Peduli Lindungi, Tanpa Vaksinasi Tak Bisa Masuk Kantor

Pemerintah Aceh Berlakukan Barcode Peduli Lindungi, Tanpa Vaksinasi Tak Bisa Masuk Kantor

BERBAGI
Sekda Aceh, Taqwallah, didampingi para Asisten, Staf Ahli Gubernur, dan Karo Isra Setda Aceh, mengikuti zikir dan doa bersama yang diikuti seluruh ASN Pemerintah Aceh dan SMA/SMK secara virtual, di Ruang Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (27/10/2021). (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sekda Aceh, Taqwallah, menegaskan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Aceh yang telah dinyatakan layak vaksin, wajib menjalani vaksinasi COVID-19 tanpa kecuali.

Sertifikat vaksin juga akan dijadikan sebagai syarat saat menjalani aktivitas perkantoran sehari hari, kata Sekda Aceh saat menyapa para ASN, dan sekolah dalam kegiatan dzikir dan doa bersama untuk keselamatan pandemi, dari Ruang Potensi Daerah, Kantor Gubernur Aceh, Rabu (27/10/2021).

“Untuk SKPA yang ASN-nya belum divaksin, segera dibujuk untuk segera melakukan vaksin. Sampaikan juga, kita Insya Allah pada Senin mendatang, kita akan berlakukan barcode (Peduli lindungi), sehingga yang belum vaksin tidak bisa masuk kantor. Mudah mudahan izin keluar hari Senin,” ujar Sekda saat menyapa ASN.

Karena itu, Sekda mengingatkan kepada seluruh Kepala SKPA yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk segera membujuk pegawainya menjalani vaksinasi, serta mempersiapkan petugas yang tegas untuk mengecek bukti sah vaksin peduli lindungi.

“SKPA tempatkan petugas yang tegas seperti halnya petugas bandara dan mall. Jadi yang tidak memiliki ‘peduli lindungi’ maka tidak bisa masuk kantor. Kita berlakukan 1 jalur masuk. Karena hal ini semata mata untuk manfaat kita bersama,” jelas Sekda.

Pada kesempatan yang sama, Taqwallah juga mengapresiasi antusiasme para santri Dayah MUDI Mesjid Raya (Mesra) Samalanga, Kabupaten Bireuen, saat menerima vaksin. Setidaknya sebanyak 2500 santri menerima vaksin Moderna pada kegiatan tersebut.

Sekda memuji ketertiban para santri saat menerima vaksin dan berharap hal tersebut dapat menjadi contoh atau role model bagi dayah lainya di Aceh.

Selain itu, Sekda juga mengingatkan Kepala Sekolah, Cabang Dinas, dan para pengusaha untuk segera melakukan percepatan vaksinasi, agar penanganan penularan Covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin, dan hal itu juga berdampak positif pada pemulihan ekonomi.

“Kita bisa mencontoh SMKN 1 Pidie, dimana para siswanya membuat testimoni dan membagikan kepada sesama teman tentang bagaimana manfaat vaksin dan kegunaan pelaksanaan vaksin, sehingga mereka akan lebih paham,” kata Sekda.

Seperti biasa, usai berdzikir Taqwallah menyapa sejumlah Cabdin dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk memastikan kemajuan capaian vaksinasi serta kendala yang dialami oleh masing-masing sekolah. (b03)

BERBAGI