Senin, Juni 17, 2024
Google search engine
BerandaAcehPemberdayaan Perempuan, Flower Aceh Latih Generasi Muda Berwirausaha

Pemberdayaan Perempuan, Flower Aceh Latih Generasi Muda Berwirausaha

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dalam upaya pemberdayaan perempuan muda di Aceh, Flower Aceh menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) wirausaha yang diadakan pada Minggu (10/12/2023) di Ayani Hotel Banda Aceh.

Kegiatan kolaboratif antara Flower Aceh dan Perempuan Sumatera Mampu (Permampu), yang didukung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bertujuan untuk memotivasi, meningkatkan keterampilan, dan pengetahuan wirausaha generasi muda. Ini juga merupakan bagian dari Kampanye 16HAKTP 2023, yang berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember 2023.

Direktur Flower Aceh, Riswati mengatakan kegiatan ini dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh perempuan muda di Aceh, termasuk keterbatasan lapangan kerja, tantangan inflasi, keterbatasan kapasitas dan skill kewirausahaan, pemberdayaan ekonomi yang terbatas, serta mendukung upaya pencegahan dan penghapusan perkawinan anak. Menurutnya kasus perkawinan anak juga dipicu oleh faktor kemiskinan.

“Kami ingin perempuan muda termotivasi untuk membangun usaha yang lebih sistematis, terencana, terstruktur, dan memiliki strategi pemasaran yang baik. Kegiatan ini diharapkan juga menjadi support group bagi anak muda dalam berwirausaha dan bertumbuh bersama mengembangkan usahanya,” kata Riswati.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Bidang Kesejahteraan, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga (KHPK) DP3A Aceh Dasrita Bakri, ia mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan kontribusi perempuan dalam perekonomian Aceh. Menuurtnya pentingnya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan etika untuk memperbaiki kualitas hidup perempuan.

“Jika kondisi ekonomi membaik, maka persoalan seperti angka putus sekolah, KDRT, dan perceraian akan berkurang serta penghapusan perkawinan anak. Perempuan memiliki hak untuk sekolah, melanjutkan pendidikan tinggi, dan mengembangkan potensi mereka,” katanya.

Faktor ekonomi, menurut Dasrita, sangat berpengaruh terhadap angka perceraian di Aceh, yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Evaluasi yang dilakukan di beberapa kabupaten menunjukkan bahwa indikator kualitas keluarga yang paling rendah adalah di bidang ekonomi, sehingga program seperti yang digelar oleh Flower Aceh ini sangat penting.

Para peserta bimtek mendapatkan materi tentang wirausaha berperspektif gender, pendampingan legalitas UMKM, dan pelatihan langsung dari konsultan UMKM. Mereka dilatih oleh Trainer of MSMEs Flower Aceh, Fatimah Zuhra, Pendampingan Legalitas UMKM oleh Darmaji. Mereka juga mendapatkan pelatihan langsung dari konsultan UMKM, Nonong Husna.

Selain itu, mereka juga mendapat wawasan tentang komunikasi antar pribadi oleh staf Flower Aceh, Khaidir, dan mendesain atau mempromosikan produk dengan menggunakan canva oleh trainer canva Flower Aceh, M Khaidir. Bimtek ini juga diikuti oleh perempuan akar rumput di Aceh yang ingin mengembangkan usaha mereka.

Aulia, salah satu perempuan muda dari Desa Mon Ikeun Aceh Besar, merasa pelatihan ini memberikan wawasan, membuka inspirasi  untuk berwirausaha di bidang yang diminati.

“Setelah ikut kegiatan ini banyak wawasan yang Lia dapat tentang wirausaha, merasa lebih percaya diri dan terinspirasi, terima kasih Flower Aceh yang sudah memberi kesempatan Lia untuk ikut kegiatan ini,” ungkap Aulia dengan antusias. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER