Aceh Utara (Waspada Aceh) – Proses Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir di Desa Krueng Lingka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, mengalami perlambatan akibat kokosongan material konstruksi, sehingga para pengungsi masih bertahan di tenda darurat.
Kepala Desa (Keuchik) Krueng Lingka Efendi Noerdin mengatakan, pembangunan 119 unit Huntara yang sebelumnya ditargetkan selesai dan bisa ditempati pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah, saat ini masih dilakukan pengerjaan. Sudah selesai mencapai 60 persen.
“Pembangunan Huntara di luar dari target, karena sebelumya terkendala kekosongan material bahan bangunan seperti atap seng dan kalsiboat. Akibatnya progres pengerjaan hunian lambat, karena harus menunggu pengiriman dari Sumatera Utara,” kata Efendi, Rabu (18/2/2026).
Setelah material sampai, proses lanjutan pembangunannya terus dikebut walau kondisi cuaca dilanda hujan deras. Ditargetkan pada pertengahan bulan suci Ramadhan bisa ditempati oleh masyarakat.
“Jumlah kepala keluarga (KK) di Desa Krueng sebanyak 312 KK atau sekitar 1.117 jiwa, untuk kebutuhan huntara sebanyak 119 kepala keluarga, sedangkan sisanya telah menempati rumahnya,” jelasnya.
Disebutkan, untuk saat ini lokasi pengungsian terdapat di dua titik dan yang masih menetap di tenda darurat sebanyak 44 KK, sedangkan sisanya mengungsi ke rumah keluarganya.
“Kami bersama Babinsa Koramil 29/Langkahan, setiap hari melakukan pengawasan progres pembangunan huntara agar bisa secepatnya selesai, sehingga masyarakat bisa menempati huntara,” pungkasnya. (*)



