Senin, Juni 17, 2024
Google search engine
BerandaAcehPelatihan Gender dan Perlindungan Anak dengan Kajian Islam di Aceh

Pelatihan Gender dan Perlindungan Anak dengan Kajian Islam di Aceh

Takengon (Waspada Aceh) – Islamic Relief Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Aceh dan Flower Aceh mengadakan pelatihan tentang gender dan perlindungan anak dengan kajian Islam di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, pada 18-21 Desember 2023.

Pelatihan ini diikuti oleh 31 tokoh agama dan pemangku kepentingan dari Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Utara. Mereka terlibat dalam diskusi, simulasi, dan praktik langsung terkait isu-isu gender dan perlindungan anak dalam konteks Islam.

Rizky Mohamad, National Program Coordinator Islamic Relief Indonesia, mengatakan pelatihan ini menggunakan metodologi Channel of Hope atau Saluran Harapan, yang merupakan hasil kolaborasi antara Islamic Relief dan Wahana Visi Indonesia.

“Metode ini bersifat fasilitatif dan interaktif, sehingga para peserta dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan pandangan tentang gender dan perlindungan anak dalam perspektif Islam,” kata Rizky dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 21 Desember 2023.

Rizky berharap pelatihan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif dan holistik tentang gender dan perlindungan anak, serta mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan di masyarakat mereka.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program EMPOWER (Emancipatory Mobilisation through Participation, Ownership, Women’s Engagement and Resilience) yang dilaksanakan oleh Islamic Relief Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan, dan advokasi terkait isu kekerasan berbasis gender (GBV) dan perlindungan anak di Aceh.

Latar belakang pelatihan ini adalah tingginya angka dan derajat kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak di Indonesia, termasuk di Aceh. Menurut survei Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), pada tahun 2022 terdapat lebih dari 457.895 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan di Indonesia.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2023 menyoroti semakin tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia yang telah mencapai 4.000 kasus yang terlaporkan hingga pertengahan tahun. KPAI juga menyoroti tingginya kasus kekerasan anak pada lingkungan satuan pendidikan.

Data Dinas PPPA Provinsi Aceh juga memperoleh catatan data kekerasan terhadap perempuan dan anak yang meningkat setiap tahunnya dan kejadian kekerasan terhadap anak di lingkungan satuan pendidikan yang semakin meningkat pula.

Fenomena gunung es semakin mengkhawatirkan bahwa kejadian kekerasan terhadap anak dan perempuan yang sebenarnya terjadi dan tidak atau belum terlaporkan kemungkinan besar terjadi di tengah masyarakat Aceh.

Untuk merespon kondisi dan situasi di Aceh ini, Islamic Relief Indonesia berkolaborasi bersama Dinas PPPA Provinsi Aceh dan Flower Aceh untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan, dan advokasi isu GBV dan perlindungan anak kepada para pemangku kepentingan utama di pemerintahan dan masyarakat luas di lima kabupaten/kota di Aceh.

Upaya ini akan dilaksanakan dengan tiga strategi utama, yaitu membangun kemitraan dan aliansi, pengembangan dan penguatan kapasitas, dan advokasi kepada dan oleh para pemangku kepentingan serta masyarakat luas. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER