Kutacane (Waspada Aceh) – Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Provinsi Aceh, menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir hebat pada 26 November 2025. Infrastruktur dan pemukiman warga luluhlantak diterjang banjir bandang.
Kini, Aceh Tenggara berangsur pulih setelah bantuan dari pemerintah dan relawan mengalir, untuk meringankan beban korban banjir dan longsor.
Bantuan dan perhatian pemerintah hingga kini tetap dirasakan. Buktinya, pemerintah melalui PT Pegadaian, sebagai perusahaan milik negara, menunjukan kepeduliannya dengan mengirimkan bantuan alat-alat kesehatan (alkes).
Bantuan alkes senilai Rp300 juta tersebut diperuntukkan untuk membangun infrastruktur dan saranan medis Puskesmas Jambur Lak Lak Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara.
”Alhamdulillah, bantuan alat medis sudah dirasakan oleh masyarakat. Terimakasih kami ucapkan kepada PT Pegadaian yang sudah membantu alat-alat kesehatan, sehingga kami bisa melayani kembali masyarakat yang berobat,” ucap Kepala Puskesmas Jambur Lak Lak, Emilda.
Dalam kesempatan itu, PT Pegadaian Kanwil 1 yang dipimpin Yohanis Wulang mendampingi Jainuddin, Kepala Divisi ESG Pegadaian Pusat melakukan kunjungan sekaligus mengikuti peresmian Puskesmas Jambur Lak Lak, Jumat, (13/2/2026).
Penyerahan alkes langsung diserahkan dari Pegadaian kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, didampingi oleh Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Rosita Astuti.
Sementara itu, Pemimpin PT Pegadaian Kanwil 1 Medan, Yohanis Wulang mengatakan, dampak bencana banjir dan longsor masih dirasakan hingga kini. Seluruhnya belum memulih.
”Pegadaian hadir mewakili pemerintah ikut merasakan penderitaan para korban musibah. Dengan membantu alat-alat kesehatan, Puskesmas Jambur Lak Lak dapat kembali melayani kesehatan masyarakat,” ucap Yohanis didampingi Febrian Mega Putra, Kepala Bagian Humas & Protokoler PT Pegadaian Kanwil 1 Medan.
Ia berharap, bantuan alat-alat kesehatan tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh petugas medis Puskesmas Jambur Lak Lak dalam melayani masyarakat terkhusus korban bencana. (*)



