Pidie Jaya (Waspada Aceh) – Kawasan wisata Pantai Manohara di Desa Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, masih terbengkalai empat bulan pasca banjir bandang.
Pantauan di lokasi, Minggu (29/3/2026) gelondongan kayu masih berserakan di sepanjang bibir pantai. Sejumlah pondok yang biasa digunakan pengunjung tampak ambruk dan belum diperbaiki. Di beberapa titik, genangan air juga masih terlihat di pinggir pantai.
Kondisi ini membuat suasana pantai yang dulunya ramai kini terlihat sepi, bahkan pada momen akhir pekan pascalebaran.
Salah seorang pengunjung, Ismed Kerap, mengatakan jumlah wisatawan yang datang jauh berkurang dibandingkan sebelum bencana.
“Sekarang sepi sekali, padahal ini masih suasana weekend habis Lebaran. Biasanya ramai orang datang ke sini,” ujar Ismed saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, kondisi pantai yang belum bersih dan masih dipenuhi sisa material banjir menjadi salah satu alasan pengunjung enggan datang.

“Kayu-kayu masih banyak berserakan, pondok juga banyak yang rusak. Jadi orang mungkin kurang nyaman untuk berwisata,” katanya.
Sebelum bencana, Pantai Manohara dikenal sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat Pidie Jaya karena lokasinya yang dekat dari pusat Kota Meureudu.
Kawasan ini juga merupakan kampung nelayan yang biasanya ramai dengan aktivitas warga dan wisatawan.
Namun hingga kini, upaya pembersihan dan penataan kawasan pantai belum terlihat maksimal.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar kawasan wisata tersebut dapat kembali pulih dan mendukung perekonomian masyarakat setempat. (*)



