Selasa, Januari 6, 2026
spot_img
BerandaAcehPascabencana: Sekolah di Aceh Belum Sepenuhnya Pulih, 18 Tenda Darurat Dipasang

Pascabencana: Sekolah di Aceh Belum Sepenuhnya Pulih, 18 Tenda Darurat Dipasang

Aceh Tamiang (Waspada Aceh) – Meski sebagian gedung sekolah di Aceh masih belum sepenuhnya pulih pascabanjir bandang, 18 tenda sekolah darurat telah didirikan untuk memastikan anak-anak tetap belajar.

Tenda-tenda ini menjadi ruang sementara bagi siswa terdampak, sementara pemerintah juga menyiapkan 46 ruang kelas darurat, 32 di antaranya sudah digunakan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan tenda dan ruang kelas darurat disiapkan sesuai kondisi sekolah. “Untuk sekolah yang bisa bertahan hingga tiga bulan, kami siapkan tenda. Jika lebih dari enam bulan, kami sediakan ruang kelas darurat,” ujarnya usai menjadi pembina upacara di SMA 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menambahkan tenda ini juga berfungsi sebagai layanan psikososial untuk mengurangi trauma anak-anak.

“Meski ruang kelas belum sepenuhnya aman, anak-anak tetap dapat belajar dan berinteraksi dengan guru serta teman-teman mereka. Guru dan relawan bahu-membahu memastikan semangat belajar tetap terjaga,” ujarnya.

Pemerintah juga menyalurkan 2.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah, serta memperbaiki meja dan kursi bekerja sama dengan SMK Furnitur setempat.

Secara provinsi, 90 persen sekolah di Aceh sudah beroperasi, 18 sekolah menggunakan tenda, dan 288 masih dibersihkan. Di Sumatra Utara, 99,5 persen sekolah beroperasi, 19 menggunakan tenda, 5 masih dibersihkan, sementara Sumatra Barat hampir 100 persen sekolah telah melaksanakan pembelajaran.

Kemendikdasmen menyalurkan bantuan berupa school kit 15.500 buah, tenda 78 buah, 100 ruang kelas darurat, 90.000 buku pelajaran, dukungan psikososial Rp300 juta, dan Dana Operasional Pendidikan Darurat Rp11,29 miliar.

Tunjangan khusus diberikan kepada 16.467 guru dan tenaga kependidikan terdampak, senilai Rp32,9 miliar.

Di Aceh Tamiang, bantuan moril dan mutu pendidikan diberikan untuk semua jenjang, mulai TK hingga SMA/SMK, senilai Rp10–25 juta per sekolah, termasuk santunan langsung kepada guru dan siswa terdampak.

Meski sederhana, tenda darurat menjadi simbol keteguhan guru, relawan, dan pemerintah dalam memastikan hak anak-anak Aceh untuk tetap belajar. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER