BerandaAcehPartai Aceh Gelar Pendidikan Politik Perempuan, Angkat Peran Inong Jaga Marwah Nanggroe

Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik Perempuan, Angkat Peran Inong Jaga Marwah Nanggroe

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Aceh menggelar Pendidikan Politik dan Kepemimpinan Perempuan Anggota Partai Aceh Tahun 2026 dengan tema “Peran Inong Aceh Menjaga Marwah Nanggroe” di Azana Hotel, Banda Aceh, Rabu (14/10/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2026, tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dan koordinasi antarkader perempuan Partai Aceh sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan politik.

Ketua panitia yang juga Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Partai Aceh, Hj. Ummi Kalsum, mengatakan pertemuan tersebut tidak hanya membahas kaderisasi politik, tetapi juga peran perempuan dalam kehidupan keluarga.

“Pertemuan malam ini sebagai pertemuan yang bermanfaat untuk silaturahmi dan koordinasi sesama inong Aceh,” kata Ummi dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Rabu malam (14/10/2026).

Menurut Ummi, peran perempuan tidak terbatas pada aktivitas politik formal. Perempuan juga memiliki peran penting dalam keluarga, termasuk mendidik anak dan meneruskan nilai-nilai kepada generasi berikutnya.

Ummi berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat diteruskan oleh para peserta kepada keluarga dan lingkungan masing-masing.

Ia juga mendorong perempuan yang tergabung dalam Partai Aceh, termasuk Putroe Aceh, agar mengambil peran aktif dalam menjaga marwah nanggroe.

Sejarah Mepemimpinan Perempuan Aceh

Dalam arahannya, pimpinan DPP Partai Aceh Ermiadi Abdul Rahman, mengajak peserta mengkaji kembali sejarah perjuangan perempuan Aceh, termasuk kiprah Laksamana Malahayati, Cut Nyak Meutia, dan Sultanah Safiatuddin.

“Perempuan Aceh memiliki sejarah panjang dalam perjuangan. Semangat itu harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi perempuan hari ini,” jelasnya.

Tokoh-tokoh tersebut menjadi bagian dari sejarah keterlibatan perempuan Aceh dalam perjuangan dan kepemimpinan.

Pembahasan mengenai sejarah itu diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi kader perempuan dalam memahami kontribusi perempuan di ruang publik.

Melalui pendidikan politik dan kepemimpinan tersebut, DPP Partai Aceh diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader perempuan agar berperan dalam organisasi, masyarakat, dan pengambilan keputusan politik. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER