Senin, Februari 26, 2024
Google search engine
BerandaLaporan KhususOuting Class ke Perpustakaan Aceh, Literasi Ramah Disabilitas

Outing Class ke Perpustakaan Aceh, Literasi Ramah Disabilitas

“Fasilitas bagi disabilitas memang menjadi salah satu perhatian Perpustakaan Aceh karena mendukung inklusivitas”

— Kepala DPKA Dr. Edi Yandra —

Puluhan pelajar dari Sekolah Luar Biasa The Nancy Children Care (SLB TNCC) melakukan kunjungan ke Perpustakaan Aceh sebagai edukasi literasi bagi pelajar SLB TNCC.

Sedikitnya 40 siswa yang berasal dari SLB TNCC Banda Aceh terlihat sangat antusias dan gembira mengikuti kegiatan edukasi, mulai dari membaca puisi dan membaca dongeng. Para siswa juga turut didampingi 26 guru.

Tak kalah antusias, para guru juga terlihat aktif dan kreatif melakukan pendekatan yang berbeda kepada setiap anak. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang baca anak Perpustakaan Aceh yang beralamat di Kawasan Lamyong, Banda Aceh, Selasa (8/11/2022).

Terlihat, ruangan itu didesain dengan suasana nyaman dan bersih. Pada rak buku juga tersedia beraneka buku menarik bagi anak-anak. Koleksi buku itu di antaranya, buku dongeng, buku belajar Al-Qur’an, majalah anak, buku doa, buku bergambar, buku cerita rakyat dan lain-lain.

Kepala SLB TNCC DM, Ria Hidayati, mengatakan, kehadiran Perpustakaan Aceh sangat berdampak positif, terutama dengan kehadiran ruang baca anak. Dia menilai dengan aneka bacaan yang disediakan dapat membangkitkan semangat literasi anak.

“Kegiatan ini berdampak sangat positif kepada anak didik. Kita sebagai sekolah penggerak dari Kemenbudristek 2021, memiliki tujuan bagaimana menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada murid dan bagaimana menerapkan ilmu mereka saat berada di lingkungan sosialnya. Kami melatih mereka untuk bisa diterima melalui kegiatan outing class seperti ini,” tuturnya.

Kepala SLB TNCC, DM Ria Hidayati S.Psi, M.Ed . (foto/Cut Nauval d)

Ria menyebutkan, SLB TNCC dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh sudah menjadi mitra, salah satunya dengan melakukan kunjungan ke Perpustakaan Aceh. Hal ini juga menjadi program kerja di perpustakaan sekolah dan juga kerja sama bidang literasi. Sebagai tanda keseriusan dalam bermitra kedua lembaga ini telah melakukan penandatanganan kerjasama atau MoU.

Ria mengatakan, SLB TNCC salah satu sekolah penggerak, dengan adanya pembelajaran Outing Class, akan lebih bermakna. Untuk memotivasi siswa, SLB TNCC juga menggelar pemilihan Duta Baca, hingga nantinya bagi siswa SMP mempelajari literasi dalam bentuk multimedia.

Ramah Disabiltas dan Anak

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Edi Yandra, melalui Kepala Bidang Layanan Perpustakaan, Zulfadli mengatakan, penyediaan bacaan yang tepat adalah menjadi tanggung jawab pustakawan agar anak atau siswa penyandang disabilitas tertarik dan gemar membaca.

Anak-anak maupun siswa disabilitas harus menemukan kepuasan dalam membaca, karena itu pustakawan tidak boleh mengabaikan selera anak-anak yang membutuhkan bacaan hiburan, informasi, dan hal-hal yang menarik.

Dia mengatakan, bagi orangtua yang ingin mengajak anak untuk membaca beragam buku anak, tidak perlu ragu karena perpustakaan ini menyediakan ruangan khusus bagi anak-anak. Pengunjung yang membawa anak bisa langsung naik ke lantai dua, bisa menaiki tangga atau menggunakan lift.

Perpustakaan Aceh didesain dengan menarik untuk meningkatkan literasi masyarakat, selain menyediakan ruang baca baik bagi anak-anak, disabilitas, remaja maupun masyarakat umum. Perpustakaan Aceh menyediakan fasilitas dengan membuat ruang ramah disabilitas sebagai pendukung untuk pelayanan terhadap disabilitas yang membaca buku di perpustakaan.

Kepala Bidang Layanan Perpustakaan, Zulfadli, SE,MM. (Foto/Cut Nauval d).

Zulfadli mengatakan, fasilitas bagi disabilitas memang menjadi salah satu perhatian Perpustakaan Aceh karena mendukung inklusivitas. “Setiap lantai ada toilet disabilitasnya juga karena kita mendukung inklusivitas,” ungkap Zulfadli.

Ciptakan Kenyamanan Bagi Masyarakat

Zulfadli mengatakan saat ini antusias warga untuk memanfaatkan Perpustakaan Aceh sebagai tempat mengembangkan literasi semakin baik, dibuktikan dengan adanya peningkatan kunjungan.

“Ruang baca remaja, ruang baca disabilitas yang dapat dimanfaatkan untuk membaca serta berbagai sarana permainan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Selain itu di perpustakaan Aceh juga tersedia ruang multimedia,” jelasnya.

Dengan meningkatkan kunjungan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh dijelaskan berbagai kelebihan dan keunggulan. Perpustakaan Aceh hadir untuk memberi pelayanan kepada pembaca, baik sarana dan berbagai fasilitas infrastruktur. Kemudian dalam meningkatkan budaya literasi termasuk perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah guna memudahkan anak-anak untuk membaca buku.

“Kita terapkan pustaka sekarang bergaya kekinian dengan paradigma baru, bahwa di sini dikemas seperti mal baca, upaya meningkatkan literasi masyarakat Aceh,” tutur Zulfadli saat ditemui Waspadaaceh.com, Selasa (8/9/2022).

Zulfadli mengatakan pihaknya terus meningkatkan sarana, prasarana, dan kualitas pelayanannya dan terus berupaya membuat perpustakaan bisa dipakai untuk semua golongan usia termasuk untuk anak, balita dan penyandang disabilitas. (Adv)

Waspada Aceh on TV

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments