Beranda Aceh Nasution Masuk Kabinet Mahathir

Nasution Masuk Kabinet Mahathir

BERBAGI
Saifuddin Nasution — orang Mandailing– dalam kabinet sebagai Menteri Saint dan Teknologi Malaysia, dalam kabinet Mahathir. (Foto/mountdweller1.rssing.com)
Saifuddin Nasution — orang Mandailing– dalam kabinet sebagai Menteri Saint dan Teknologi Malaysia, dalam kabinet Mahathir. (Foto/mountdweller1.rssing.com)

Kuala Lumpur (Waspada Aceh ) – Tidak ada lagi orang keturunan Aceh dalam kabinet Malaysia, sebagai efek kekalahan Barisan Nasional pada Pemilihan Raya Umum (PRU) di negeri serumpun itu. Sebaliknya, PM Mahathir Mohamad (Dr M) memasukkan Saifuddin Nasution — orang Mandailing– dalam kabinet sebagai Menteri Saint dan Teknologi.

Wartawan senior Aceh, Barlian AW yang langsung memantau jalannya pemilihan umum di negeri jiran seperti dikutip Waspadaaceh.com, Sabtu (12/5/2018), mengulas sekilas kekalahan partai penguasa UMNO dikaitkan dengan keberadaan tokoh Aceh yang sudah lama menetap dan beranak pinak di Malaysia.

Wartawan senior Aceh, Barlian AW. (Foto/Ist)
Wartawan senior Aceh, Barlian AW. (Foto/Ist)

Dalam catatan Penasehat PWI Aceh, ini  banyak putera/puteri Aceh yang berkecimpung dalam politik Malaysia sejak almarhum Sanusi Junid melalui UMNO (United Malays National Organisation). Tetapi ketika Dr M keluar dari UMNO membentuk Pakatan Harapan (koalisi partai-partai oposisi), orang Aceh enggan bergabung. Mereka terdepak dari politik Malaysia bersama-sama Najib, sejak 9 Mei 2018.

Sedangkan orang Mandailing, Saifuddin Nasution, yang masuk kabinet kali ini adalah Setia Usaha Agung Partai Keadilan Rakyat bentukan Anwar Ibrahim dan Wan Azizah Wan Ismail yang sejak 1998 menjadi oposisi.

Anwar Ibrahim sampai kini masih dalam penjara. Tapi dua keluarganya masuk Kabinet Dr M, yaitu istrinya Wan Azizah Wan Ismail sebagai Timbalan PM dan Nurul Izzah binti Anwar, yang tak lain putri Anwar Ibrahim, sebagai Timbalan Menteri Luar Negara.

Mahathir berjanji segera membebaskan Anwar setelah mendapat pengampunan dari Yang Dipertuan Agong. Pada gilirannya nanti dia akan menempati posisi Perdana Menteri. Sedang Deputy Anwar kelak ialah Muhriz Mahathir, putra Mahathir, yang baru dilantik sebagai Menteri Perdagangan Antara Bangsa dan Industri.

Berbeda dengan Najib Razak yang merangkap Menteri Keuangan, Dr.M memberi portofolio ini kepada Tony Pua. Ia adalah pengurus Partai Keadilan yang baru keluar dari penjara.

“Ketika saya di Kuala Lumpur kemarin beredar kabar demi stabilitas Dr.M akan menjabat Menteri Dalam Negeri seperti masa lalu. Ternyata jabatan paling bergengsi ini dijabat Mahyiddin Yasin, mantan Deputy PM yang dipecat Najib,” tutup mantan Redaktur Pelaksana koran terbesar di Aceh tersebut. (b01)

BERBAGI