Beranda Aceh Modus Baru Pemerasan: Nama Wartawan Waspada Dicatut

Modus Baru Pemerasan: Nama Wartawan Waspada Dicatut

BERBAGI
Camat Simeulue Cut Indra Gunawan Manaf (kiri) saat melapor kejadian upaya pemerasan di Kantor PWI Aceh di Banda Aceh, Sabtu (13/6/2020). Foto Ist

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Hati-hati menerima panggilan video di pesan masuk faceebook! Baru-baru ini, seorang camat dari Pulau Simeulue, Aceh, nyaris jadi korban pemerasan oknum yang mencatut nama wartawan Waspada Aceh di Kota Langsa.

Ceritanya begini! Awalnya, Indra Gunawan, Camat Simeulue Cut, dengan santai menerima panggilan video facebook dari akun Risaa Yanti beralamat di Bandung.

Tapi alangkah terkejutnya Indra begitu melihat perempuan itu langsung membuka seluruh bagian dadanya. “Saya waktu itu sedang rebahan di posko Covid-19 karena kelelahan. Dan langsung saya matikan,” cerita Indra.

Singkat cerita, perempuan itu berulang kali mengontak Indra lewat messenger FB. Tapi kali ini tak dilayani. Bahkan akun itu langsung diblokir oleh Indra.

“Cuma anehnya, belakangan dia juga mendapatkan nomor WA saya. Dan berkali-kali juga melakukan panggilan video, tapi tidak saya angkat,” kata Indra.

Nah, belakangan, beredarlah screen shot (tangkapan layar) vidoe call perempuan bugil itu dengan wajah Indra sebagai lawan bicaranya. Berbekal ini, seseorang yang mengaku bernama Munawar Ibnu, wartawan Waspada Aceh di Kota Langsa, menghubungi Indra.

“Sebaiknya Pak Camat segera kirimkan uang ke perempuan itu, jika tidak, kasus ini akan kita viralkan,” kata Indra menirukan ancaman orang yang mengaku wartawan itu.

Karena merasa tidak nyaman dan sangat terganggu, Sabtu 13 Juni 2020, Indra Gunawan mendatangi Kantor PWI Aceh di kawasan Simpang Lima Banda Aceh untuk konsultasi.

Camat Simeulue Cut ini tampak gundah karena dia merasa terancam dan “dikerjai” oleh perempuan tak dikenal dan seseorang yang mengaku wartawan.

Di Kantor PWI Aceh, Indra Gunawan Manaf, menceritakan kegelisahannya itu kepada pengurus PWI Aceh di antaranya Ketua PWI Tarmilin Usman, Sekretaris Aldin NL, Wakil Ketua Ramadansyah dan Iranda Novandi, Bendahara Azhari Bahrul dan HT Anwar Ibrahim dari unsur pengurus PWI Pusat.

Dalam pertemuan itu, pengurus PWI Aceh langsung melakukan verifikasi dengan menghubungi Munawar Ibnu, wartawan Waspada Aceh di Kota Langsa, lewat video call. Saat itu, dia mengaku tidak kenal ketika kamera diarahkan ke Indra Gunawan.

Kemudian, beberapa nomor kontak yang sering digunakan oknum yang menghubungi dan meneror Indra itu juga tidak aktif lagi.

Secara terpisah, Munawar menegaskan, “Itu bukan saya, bang. Saya juga tidak pernah menghubungi Camat di Simeulue. Ini pencatutan nama dan profesi,” tegas Munawar, Sabtu sore, via telepon seluler

Dalam penjelasannya itu, Munawar juga mengungkapkan kekesalan lain. “Pernah juga ada seseorang mengambil foto saya dan dijadikan sebagai DP WhatsApp,” kata pengurus PWI Kota Langsa ini.

Munawar mengimbau jika ada seseorang mencatut nama dan foto dirinya untuk meminta sesuatu, apalagi memeras, sebaiknya jangan dilayani atau laporkan saja ke polisi. “Minimal menghubungi saya langsung atau via telepon,” kata Munawar. ***

Sumber Berita: www.kba.one

BERBAGI