Calang (Waspada Aceh) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Jaya, Muslim HS, mendukung adanya wacana penggeseran waktu pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026 di Kabupaten Aceh Jaya.
Wacana pergeseran PORA XV tersebut mencuat saat KONI Aceh menggelar pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh pada hari Selasa (3/2/2026).
Muslim HS saat ditemui di kantor Koni Aceh Jaya, Jumat (6/2/2026) mengungkapkan, adanya wacana pergeseran pelaksanaan PORA ke musim kering pada tahun berikutnya dapat dipahami, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda Aceh.
“Pada prinsipnya kami mendukung wacana tersebut, sebagaimana yang disampaikan Ketua KONI Aceh. Selain itu, adanya beberapa daerah di Aceh pascabencana banjir hidrometeorologi masih dalam tahap rekonstruksi juga menjadi pertimbangan pergeseran Pora,” ujar Muslim.
Menurutnya, bencana banjir hidrometeorologi Aceh beberapa waktu yang lalu sangat memengaruhi kesiapan daerah dalam mempersiapkan atlet dan sulit memaksimalkan persiapan untuk mengikuti PORA
“Keputusan penggeseran sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Aceh dan KONI Aceh. Menurut kami, keputusan harus segera ditetapkan, ini penting, agar kabupaten dan kota dapat mempersiapkan kebutuhan kontingen masing-masing secara terencana dan maksimal,” tegasnya.
Terkait kesiapan pembangunan infrastruktur, Muslim menekankan, jika pun ada pergeseran jadwal PORA maka tidak boleh berdampak pada terhentinya pembangunan venue olahraga yang telah direncanakan dan dianggarkan pada tahun 2026.
“Jangan sampai karena penyelenggaraan ditunda, pembangunan venue juga ikut tertunda. Anggaran yang sudah dialokasikan harus tetap direalisasikan agar pembangunan tidak terbengkalai. Kami meminta Pemerintah Aceh tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur dan peralatan tanding, peralatan pendukung cabang olahraga sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,” ujarnya
Muslim menjelaskan, sebagian besar venue yang dibangun pada tahun 2025 telah selesai. Sementara pembangunan stadion utama saat ini telah mencapai 55 persen dan akan dilanjutkan melalui anggaran APBA tahun 2026
“Target kami, seluruh venue yang direncanakan pada 2026 tetap diselesaikan pada tahun ini. Sehingga jika PORA digelar pada 2027, Kabupaten Aceh Jaya selaku PB PORA hanya fokus pembetukan panitia dan perangkat penyelenggaraan. Namun kami mengingatkan, apabila PORA tetap digelar pada akhir 2026, maka proses tender dan pembangunan venue yang direncanakan harus segera dilaksanakan,” tegasnya
“Kalau soal atlet, kami siap. Dari sisi pembinaan atlet. Kami memastikan KONI Aceh Jaya bersama seluruh cabor siap menurunkan kontingen sesuai dengan target daerah,” pungkasnya (*)



