Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaAcehMenyusuri Yaowarat Road, Jantung Chinatown Bangkok Jelang Imlek 2026

Menyusuri Yaowarat Road, Jantung Chinatown Bangkok Jelang Imlek 2026

Bangkok (Waspada Aceh) – Kawasan Yaowarat Road di Bangkok dipadati ribuan orang menjelang perayaan Tahun Baru Imlek pada 17 Februari 2026.

Jalan utama yang biasanya dilintasi kendaraan berubah menjadi lautan manusia pada Kamis (12/2/2026) malam.

Pantauan waspadaaceh.com di lokasi, arus kendaraan dibatasi dan sebagian ruas dialihkan untuk pejalan kaki.

Lampion merah bergantungan di sepanjang jalan, memantulkan cahaya ke gedung-gedung tinggi dengan papan nama beraksara Thailand dan Mandarin.

Yaowarat yang dikenal sebagai Chinatown Bangkok memang tak pernah benar-benar sepi. Namun menjelang Imlek, suasananya meningkat berkali lipat. Gang-gang sempit di sisi jalan utama dipenuhi wisatawan yang berburu kuliner dan berfoto di bawah dekorasi khas perayaan.

Surga Jajanan Malam

Saat malam tiba, kawasan ini menjelma pasar malam raksasa. Pedagang kaki lima berjajar menawarkan aneka makanan, mulai dari seafood bakar, mi, hingga dessert khas Thailand.

Salah satu yang paling diburu adalah mango sticky rice. Seporsi ketan dengan irisan mangga matang dan siraman santan dijual 50 baht atau sekitar Rp22 ribuan.

Makan malam bersama jurnais lintas negara baik dari Malaysia, Vietnam, Kamboja, Philipina, Nepal dan Thailand di kawasan Yaowarat Road atau Chinatown Bangkok. (Foto/ist)

“Fifty baht,” ujar seorang pedagang sambil tersenyum ketika ditanya harga.

Ia menyapa pembeli dengan ucapan khas Thailand, “Sawadikha.”

Antrean terlihat di sejumlah gerobak populer. Wisatawan lokal dan mancanegara berbaur, terdengar percakapan dalam berbagai bahasa di sepanjang jalan.

Jurnalis melakukan kunjungan ke Yaowarat di sela pelatihan isu migrasi yang digelar International Organization for Migration (IOM) pada 9-12 Februari 2026 di Bangkok. Kegiatan tersebut diikuti jurnalis dari Malaysia, Nepal, Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Indonesia.

Yam, peserta asal Nepal, mengaku baru pertama kali datang ke Bangkok.

“Ini malam terakhir saya di sini. Saya ingin melihat langsung suasana Chinatown menjelang Imlek. Ternyata luas dan sangat ramai,” katanya.

Menurutnya, kemeriahan lampion merah dan padatnya pengunjung menjadi pengalaman yang berbeda dibanding negaranya.

Pilihan Makanan Halal

Bagi pengunjung Muslim, pilihan makanan halal di kawasan ini memang terbatas. Meski begitu, beberapa restoran menawarkan menu seafood yang bisa menjadi alternatif.

Rombongan jurnalis akhirnya memilih salah satu rumah makan yang menyajikan hidangan laut untuk makan malam bersama sebelum kembali ke negara masing-masing.

Sementara itu, Jeen, peserta asal Thailand, menjelaskan bahwa Bangkok memiliki nama resmi yang panjang dalam bahasa Thailand, yakni Krung Thep Maha Nakhon.

“Bangkok itu sebutan internasional. Nama aslinya panjang sekali,” ujarnya.

Menjelang Imlek, Yaowarat kembali menunjukkan wajahnya sebagai pusat perayaan, perdagangan, dan pertemuan budaya di jantung ibu kota Thailand. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER