Menjelang Ramadhan, Disperindag Aceh Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

    BERBAGI
    Pedagang menjual minyak goreng curah. (foto/Cut Nauval Dafistri).

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemerintah Aceh menjamin kebutuhan minyak goreng menjelang bulan Ramadhan aman, meskipun harga minyak goreng tidak stabil.

    “Meski harga minyak goreng saat ini tidak stabil, untuk stok minyak goreng di Aceh menjelang puasa kita pastikan aman di Aceh,” kata kadisperindag Aceh Mohd Tanwier kepada Waspadaaceh.com, Senin (21/3/2022).

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Mohd Tanwier mengatakan, perubahan harga kemungkinan akan tetap terjadi mengingat keadaan pasar sangat dinamis. Akan tetapi dia mengingatkan kepada pedagang agar menjual minyak goreng yang ditetapkan pemerintah.

    Saat ini kata Mohd Tanwier, dalam aturan yang ditandatangani Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah sebesar Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan mengikuti harga mekanisme pasar.

    Sebelumnya, Aceh menerima 30.000 liter minyak goreng curah yang didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Aceh. Untuk distribusi minyak curah subsidi tersebut, kata Mohd Tanwier, masih melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

    “Dan kita juga segera buat gerai tempat pengambilan minyak subsidi ini,” tuturnya

    Dia juga menjelaskan bahwa dari jumlah penduduk Aceh dari 23 kabupaten/kota mencapai 5 juta orang, perkiraan kebutuhan minyak goreng di Aceh bagi masyarakat perharinya mencapai 247.460.21 liter. Sementara itu perkiraaan kebutuhan industri perharinya 48.814.07 liter. Sehingga total dari kebutuhan rumah tangga dan industri mencapai 296.274.28 liter perhari.

    Lanjutnya, dari total kebutuhan tersebut dibagi menjadi 60 persen minyak goreng curah dan 40 persen minyak goreng kemasan.

    Kadisperindag Aceh juga mengatakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Disperindag Aceh juga menggelar pasar murah di 92 Lokasi Mulai 19- 23 Maret 2022.

    Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Pasar Murah ini, lanjut Mohd Tanwier, untuk membantu masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah jelang bulan puasa, mendapat kebutuhan pokok dengan harga yang relatif sedikit murah dari harga pasaran umum.

    Kadisperindag Aceh itu mengatakan, kegiatan pasar murah ini, sudah menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Aceh. (Cut Nauval d)

    BERBAGI