Pidie Jaya (Waspada Aceh) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mufti menyebut pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp19,5 miliar untuk program revitalisasi sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mufti saat meninjau sejumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi di daerah tersebut, Senin (9/3/2025). “Untuk Pidie Jaya ada 30 sekolah yang menerima program revitalisasi tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp19,5 miliar,” kata Abdul Mufti kepada wartawan.
Ia merinci, sekolah penerima program tersebut terdiri dari 3 PAUD, 16 SD, 4 SMP, 5 SMA, dan 2 SMK.
Menurutnya, program revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak bencana.
Selain perbaikan bangunan sekolah, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan pendukung kegiatan belajar mengajar, seperti komputer, buku pelajaran, serta perlengkapan sekolah (school kit).
“Sekolah-sekolah ini selain mendapatkan bantuan revitalisasi juga menerima bantuan peralatan, seperti komputer dan buku-buku,” ujarnya.
Abdul Mufti menambahkan, untuk program revitalisasi tahun 2026, saat ini masih dalam tahap proses dengan sekitar 22 sekolah di Pidie Jaya yang masuk dalam program tersebut.
“Untuk 2026 masih on progress, nilai anggarannya masih dalam proses perhitungan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen juga meninjau sejumlah sekolah, di antaranya TK Negeri Malahayati, SD Negeri 8 Meureudu, serta SMA Negeri 2 Meurah Dua di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua.
Di SMA Negeri 2 Meurah Dua, Abdul Mufti juga meresmikan enam ruang kelas darurat yang digunakan siswa untuk kegiatan belajar mengajar sementara, sambil menunggu pembangunan gedung sekolah permanen selesai.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyebut terdapat 2.173 satuan pendidikan di Aceh yang masuk program revitalisasi, terdiri dari 1.010 PAUD, 929 SD, 115 SMP, 119 SMA, dan 99 SMK, dengan nilai program diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,4 triliun.
“Perhatian Kementerian Pendidikan untuk Aceh cukup besar karena kebutuhan pembangunan pendidikan di daerah ini masih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasy menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap sektor pendidikan di daerahnya, khususnya setelah bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
“Kami berterima kasih atas kehadiran pemerintah pusat dan perhatian terhadap Pidie Jaya, khususnya di sektor pendidikan. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya.
Ia berharap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah pusat dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan pendidikan di daerah.
Usai meninjau sejumlah sekolah, Mendikdasmen bersama rombongan juga mengunjungi SMA Negeri 1 Meureudu. Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mufti turut melakukan penandatanganan 29 prasasti revitalisasi satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA di Kabupaten Pidie Jaya.
Penandatanganan prasasti tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh serta Bupati Pidie Jaya. Kegiatan kunjungan kerja Mendikdasmen di Pidie Jaya kemudian ditutup dengan buka puasa bersama jajaran pemerintah daerah, unsur pendidikan, serta para siswa (*)



