Selasa, Januari 20, 2026
spot_img
BerandaAcehMedia Lokal Disebut Tak Perlu Dilayani, SMSI Kecam Pernyataan Wabup Aceh Tengah

Media Lokal Disebut Tak Perlu Dilayani, SMSI Kecam Pernyataan Wabup Aceh Tengah

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Tengah, Jurnalisa, mengecam keras pernyataan Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang dinilai merendahkan peran media lokal saat masa tanggap darurat bencana alam di Aceh Tengah.

Menurut Jurnalisa, pernyataan tersebut menunjukkan sikap gegabah dan minim pemahaman terhadap fungsi strategis media, khususnya media lokal yang selama ini menjadi ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Harusnya sebagai orang nomor dua di daerah dingin ini, dia paham dan mengerti fungsi media. Pernyataannya seperti kacang lupa pada kulitnya dan sangat gegabah, sehingga bisa menjadi bumerang,” kata Jurnalisa, Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan, Muchsin Hasan juga melupakan peran besar media lokal dalam perjalanan karier politiknya, sejak menjadi anggota DPRK hingga menduduki jabatan Wakil Bupati Aceh Tengah.

“Sosok politisi seperti itu seolah hanya ingat saat dirinya diuntungkan. Media lokal yang membesarkannya justru direndahkan,” ujarnya.

Jurnalisa menambahkan, Wakil Bupati Aceh Tengah sejatinya lahir dan dikenal publik melalui peran media lokal, sehingga seharusnya menjaga sikap dan ucapannya.

“Wakil bupati itu lahir dari rahim media lokal. Jadi harusnya menjaga ucapannya, jangan melukai pers dan jangan lupa daratan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai pernyataan tersebut tidak hanya melukai insan pers, tetapi juga berpotensi menghambat kebebasan pers. Sebagai Ketua Partai Golkar Aceh Tengah sekaligus Wakil Bupati, Muchsin Hasan seharusnya lebih matang dan bijak dalam bersikap terhadap media.

Sebelumnya, peran media lokal dalam menyuarakan kondisi masyarakat pascabencana alam 26 November 2025 di Aceh Tengah dinilai sangat penting. Selain turut terdampak bencana, wartawan lokal justru berada di garda terdepan menyampaikan informasi kerusakan lingkungan serta jeritan warga kepada publik.

Namun, di tengah situasi darurat tersebut, Muchsin Hasan diduga menyampaikan pernyataan yang merendahkan media lokal. Pernyataan itu disampaikan saat masa tanggap darurat bencana, Senin malam (1/12/2025), di Posko Utama Penanganan Bencana, Kompleks Setdakab Aceh Tengah.

Dalam arahannya kepada internal pemerintahan, Muchsin disebut meminta agar wartawan lokal tidak perlu dilayani dan hanya memfokuskan pelayanan kepada wartawan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan menggunakan istilah berbahasa Gayo.

“Media pemberitaannya hanya sampai ke Toweren, tidak perlu dilayani. Fokus saja kepada wartawan nasional,” demikian kutipan pernyataan Muchsin yang terdengar oleh sejumlah wartawan di lokasi.

Pernyataan tersebut didengar langsung oleh jurnalis yang sedang meliput penanganan bencana, salah satunya Yusra Efendi. Ia mengaku ucapan tersebut sangat melukai martabat wartawan lokal.

“Saya mendengar langsung pernyataan itu. Saat bencana, kami bekerja menyampaikan kondisi daerah kepada publik. Namun ucapan tersebut masih membekas sampai hari ini,” ujarnya.

Namun sampai berita ini ditayangkan, belum ada keterangan atau pun klarifikasi yang disampaikan Wakil Bupati Aceh Tengah kepada media. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER