Beranda Disbudpar Aceh Masuk Daftar 50 ADWI 2022, Desa Wisata Ulee Lheue Masih Perlu Berbenah

Masuk Daftar 50 ADWI 2022, Desa Wisata Ulee Lheue Masih Perlu Berbenah

BERBAGI
Pinggiran pantai Desa Wisata Ulee Lheue Kota Banda Aceh. (Foto/Cut Nauval d).

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Desa Wisata Ulee Lheue, Banda Aceh, telah masuk dalam daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022. Namun meski begitu untuk menjaga eksotisme pantai, kawasan ini perlu pembenahan lebih baik lagi.

Kepala Desa Ulee Lheue Khairuna mengatakan, setelah tsunami tahun 2022 silam, infrastruktur di kawasan Ulee Lheue terjadi banyak perubahan. Walau sebelumnya sempat porak-poranda diterjang tsunami, namun kini kawasan ini sudah semakin indah. Begitu pun perlu dibenahi untuk menjaga keindahan pantainya tetap bersih dan asri.

Di sepanjang jalan Ulee Lheue tepatnya di pinggiran pantai berjejer pondok beratapkan terpal biru. Menurutnya, keberadaan lapak dagangan perlu pembenahan, agar lebih tertata rapi dan tidak kumuh.

“Kita berharap agar kawasan pinggirian pantai bisa lebih terlihat rapi dan menjaga keindahan pantainya,” tuturnya, Kamis (4/8/2022).

Menurutnya, di kawasan Ulee Lheue Park sebenarnya sudah tersedia lapak untuk pusat kuliner. Namun sebagian pedagang enggan berjualan di lokasi itu lantaran harus membayar sewa, sedangkan di lokasi saat ini tidak perlu membayar biaya sewa.

Dia berharap pemerintah dapat mendampingi proses pembenahan agar para pedagang tetap bisa berjualan.

Sementara itu, salah seorang pedagang di pinggir pantai tersebut, Fitri Juliana, 50, warga Ulee Lheue, mengatakan dia sudah sejak tahun 2008 berjualan di sana. Sudah beberapa kali pondok miliknya beratapkan terpal berukuran sekitar 30 meter itu diterjang angin kencang. Namun dia tetap berjualan di lokasi itu.

Fitri mengakui keberadaan pondok-pondok itu terlihat tidak rapi, namun karena dana sangat terbatas maka dia dengan para pedagang lainnya membangun ala kadarnya supaya pengunjung bisa berteduh.

“Kita sangat berharap agar kawasan pinggiran pantai bisa lebih tertata. Karena selama ini pondok-pondok ini dibangun oleh pedagang masing-masing. Semoga pemerintah bisa merenovasi, tapi kami mohon kita-kita ini para pedagang kecil tetap bisa berjualan di sini,” tuturnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, juga telah berkunjung ke desa tersebut dalam rangka penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dan juga penandatanganan prasasti Ulee Lheue sebagai desa wisata yang masuk dalam daftar 50 ADWI 2022.

Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno beserta rombongan juga mengunjungi beberapa spot wisata sejarah, budaya dan alam. Seperti berkunjung ke Masjid Baiturrahim yaitu salah satu masjid yang menjadi ikon wisata religius dan sejarah yang tetap berdiri kokoh di tepi pantai saat tsunami menerjang kawasan itu.

Sandiaga Uno juga menyaksikan budaya tarek pukat, bersilaturrahmi dengan panglima laot dan berkunjung ke Ulee Lheue Park yang menjadi destinasi wisata ikonic di kawasan itu.

Sandiaga Uno berpesan kepada warga agar memaksimalkan potensi sumber daya alam dan ekonomi kreatif yang dimiliki dengan terus melakukan inovasi melalui berbagai macam produk wisata. (Cut Nauval d)

BERBAGI