Sabtu, Maret 2, 2024
Google search engine
BerandaAcehMama Kaktus, Meraup Rupiah dari Budidaya Kaktus

Mama Kaktus, Meraup Rupiah dari Budidaya Kaktus

“Alhamdulillah ikut mendapat rezeki di sini gara-gara hobi tadi”

Sebuah taman kaktus menyambut pengunjung yang datang ke rumah Dara Sakinah di Jalan Lingkar Kampus Lorong Cendana, Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Di pekarangan rumahnya, ia menata rapi berbagai model kaktus, mulai dari yang mungil hingga yang besar.

Tidak hanya di halaman, ia juga memajang kaktus-kaktusnya di sebuan pondok yang berada di sudut halaman. Di sana, terlihat berbagai jenis kaktus mungil dan sukulen yang cantik, berwarna hijau, merah, kuning, atau bahkan bercampur.

Berbagai koleksi Mama Kaktus. (Foto/Cut Nauval)

Dara Sakinah adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki hobi menanam kaktus sejak tahun 2016. Awalnya, ia hanya menanam kaktus sebagai hobi dan koleksi pribadi. Namun, sejak tahun 2018, ia mulai serius menjual kaktusnya secara online maupun offline.

“Alhamdulillah ikut mendapat rezeki di sini gara-gara hobi tadi,”kata Dara saat ditemui waspadaacehm.com di rumahnya, Sabtu (7/10/2023).

Saat pandemi COVID-19 melanda, bisnis tanaman hias mengalami lonjakan permintaan. Dara pun ikut merasakan dampaknya.

Ibu tiga anak ini juga mempromosikan koleksi kaktusnya lewat media sosial Instagram dengan nama akun @mamakaktus.id. Lewat akun tersebut, ia sering mengunggah foto-foto kaktusnya yang indah dan unik. Ia juga menerima pesanan dari pelanggan yang ingin membeli kaktus secara online.

“Saya lebih banyak jualan online. Banyak anak pertanian juga ke sini praktek untuk buat terarium,” katanya.

Terarium adalah sebuah wadah transparan yang berisi tanaman hias seperti kaktus atau sukulen. Biasanya, terarium dibuat dari kaca atau plastik dan diisi dengan tanah, batu, kerikil, atau pasir sebagai media tanam.

Menurut Dara, membudidayakan kaktus relatif lebih mudah dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Dara mengaku bahwa kaktus tahan panas dan cocok untuk iklim Aceh. Namun, ia harus lihai merawatnya agar tidak berjamur atau terserang hama.

Untuk media tanam, Dara menggunakan campuran pupuk kompos, pasir malang, sekam bakar, dan pasir biasa. Ia juga harus memastikan tanamannya terkena matahari agar tetap sehat.

“Perlu diingat kaktus rentan terlalu banyak air. Kalau banyak air busuk akarnya,” jelasnya.

Dara mengatakan bahwa yang membuatnya hobi menanam kaktus dan sukulen adalah karena banyak jenisnya yang cantik-cantik.

Kaktus dapat menjadi hiasan rumah atau kantor agar terkesan estetik. Kaktus juga bisa dijadikan souvenir atau hadiah untuk berbagai acara, seperti ulang tahun atau wisuda

Katanya, ia sering memesan kaktus dari Magelang, Bandung, atau daerah lain melalui online. Ia juga membudidayakan sendiri kaktusnya jika indukannya sudah banyak.

Harga kaktus sendiri, kata Dara, tergantung pada jenis, corak, ukuran, dan performanya, mulai dari Rp5.000 sampai Rp200.000 per pot. Bahkan, ada juga kaktus koboi yang hampir jutaan rupiah.

“Kebanyakan jenis koboi. Jenis hoya,” sebutnya.

Koboi adalah salah satu jenis kaktus yang berwarna hijau posturnya tinggi, dilengkapi dengan duri di sepanjang garis tanaman. Hoya tanaman merambat dan daunnya yang berbentuk hati berwarna hijau.

Dara mengaku, pelanggannya tidak hanya dari Banda Aceh saja, tetapi juga dari daerah lain seperti Meulaboh. Ia mengirimkan kaktusnya dengan menggunakan jasa ekspedisi yang aman dan terpercaya.

“Meskipun sekarang bukan lagi musim bunga, tapi tetap setia bersama tanaman ini,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kaktus memiliki manfaat membersihkan udara apabila diletakkan di dalam rumah. Kaktus mampu menyerap polutan atau senyawa karbon (volatile organic compounds/VOC) di udara yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Tak hanya membersihkan udara, kaktus juga bisa menjaga kesehatan mental. Selain itu, aktivitas memelihara kaktus bisa membuat seseorang merasa bahagia. Sebab, cara memeliharanya mudah, namun tetap dapat kepuasan untuk merawatnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments