Banda Aceh (Waspada Aceh) –
Desa Mekar Sawit, Sawit Seberang, Langkat, Sumut menjadi saksi nyata semangat kolaborasi mahasiswa dalam mendukung pemulihan pascabencana banjir melalui program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana dari Kemdiktisaintek Republik Indonesia, Jumat (13/2/2026).
Tim mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bersama Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagro) dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (Himatif) UMSU turun langsung ke lapangan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek melalui program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana, yang berfokus pada penguatan peran mahasiswa dalam memberikan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat.
Tim mahasiswa berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Mekar Sawit dalam mengembangkan inovasi pengolahan limbah pascabanjir, khususnya pemanfaatan kayu bekas banjir menjadi briket ramah lingkungan.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan pelaku UMKM pengolahan lidi, sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Mekar Sawit Supriadi, Kepala Dusun, Karang Taruna, Pelaku UMKM, serta masyarakat setempat.
Dukungan tersebut menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberlanjutan program pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa.
“Pada kesempatan ini kami menyambut baik program yang dilakukan adik adik mahasiswa dan harapan kedepannya masyarakat bisa aktif dalam kegiatan dan menjadi peningkatan usaha dan usaha baru bagi masyarakat kami,” kata ujar Supriadi.
Program pengabdian ini dibimbing langsung oleh Ketua Tim Dr. Aflahun Fadhly Siregar, S.P., M.P, bersama anggota tim Ibu Rini Susanti, S.P., M.P dan Ibu Rini Astuti, S.E., M.M.
“Melalui pendampingan akademisi, kegiatan diharapkan tidak hanya berdampak jangka pendek dalam pemulihan pascabencana, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Aflahun Fadhly Siregar.
“Kami hadir semoga dapat meringankan beban bapak ibu dan juga dapat memberikan wadah usaha baru bagi masyarakat, kami juga berterima kasih kepada Kemdiktisaintek Republik Indonesia yang sudah memberikan dukungan dana dalam menjalankan program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana,” jelasnya lagi.
Dia mengungkapkan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan kepada mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, jelasnya, mahasiswa UMSU menunjukkan bahwa peran generasi muda tidak hanya terbatas pada dunia akademik, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan sosial yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. (*)



