M.Iqbal: Mendagri Harapkan Kadin Bisa Akomodir Semua Pengusaha

    BERBAGI
    Mendagri didampingi petinggi Kadin Indonesia saat memberikan sambutan pada kegiatan Munasus Kadin di Jakarta. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) РCalon ketua Kadin Aceh, M. Iqbal mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bisa menjadi mitra pemerintah untuk mengakomodir semua pengusaha.

    “Kita tentunya menginginkan Kadin yang kuat, Kadin yang bisa menjadi mitra pemerintah untuk mengakomodir semua kekuatan pengusaha swasta di Indonesia khususnya,” kata Mendagri sebagaimana dikutip Pjs Ketua Kadin Aceh, M. Iqbal di Banda Aceh, Senin (27/6/2022).

    Kepada Waspadaaceh.com, Iqbal menuturkan, Mendagri saat memberikan sambutan pada acara Munasus (Musyawarah Nasional Khusus) Kadin di Jakarta beberapa hari lalu, menyebutkan, keberadaan Kadin adalah sah dan kuat karena dilindungi oleh Undang-Undang khusus yaitu UU No 1 Tahun 1987.

    “Untuk itu Mendagri mengharapkan Kadin dapat menjadi kekuatan besar bersama-sama pemerintah menjadikan Indonesia melompat bukan hannya bergerak. Potensi tersebut menurut Mendagri dapat terealisasi,” kata Iqbal yang turut menghadiri acara tersebut bersama pengurus Kadin Aceh lainnya.

    Gairahkan Organisasi

    Sejalan dengan apa yang disampaikan Mendagri, Pjs Ketua Kadin Aceh M.Iqbal sebelumnya mengatakan, dia bertekad menggairahkan kembali organisasi Kadin setelah beberapa tahun sebelumnya sempat ‘mati suri’.

    Sebagai Pjs Kadin Aceh, kata Iqbal, dia sudah memulai menghidupkan kembali “ruh” Kadin dan bertekad meningkatkan kekompakan dan sinergitas antar pengurus, pengusaha, pemerintah dan stakeholder..

    “Beberapa tahun lalu pengusaha di Aceh bagai kehilangan induk. Harus ada keberpihakan pemerintah kepada pengusaha lokal. Permodalan masih sulit,” kata M Iqbal, yang maju sebagai calon ketua pada Musprov Kadin Aceh.

    Dia juga menjelaakan kedepan perusahaan swasta nasional dan Kadin harus terkoneksi dengan baik. Perusahaan nasional yang akan masuk ke Aceh harus melalui Kadin sehingga ada peran pengusaha lokal di situ. Jangan hanya untuk kepentingan pengusaha-pengusaha besar saja, kata Iqbal. (Kia Rukiah)