Senin, Maret 4, 2024
Google search engine
BerandaLepadsi Ajak Masyarakat Hadiri Tablig Akbar 1 Muharram di Masjid Raya Baiturrahman

Lepadsi Ajak Masyarakat Hadiri Tablig Akbar 1 Muharram di Masjid Raya Baiturrahman

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Lembaga Pemerhati dan Advokasi Syariat Islam (Lepadsi) Aceh mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar untuk menghadiri kegiatan tablig akbar di Halaman Masjid Raya Baiturrahman, Rabu malam ini (19/7/2023).

Tablig akbar ini dilaksanakan dalam rangka meperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah. Tabligh Akbar dan doa bersama ini, nantinya akan diawali Shalat Isya berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman.

Kegiatan ini bertajuk “Hijrah Mewujudkan Masyarakat Madani” akan diisi dengan ceramah oleh Ketua Umum PB Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammsd Yusuf A Wahab (Tu Sop).

Sedangkan yang bertindak sebagai keynote speaker yakni Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk Faisal Ali, dan kata sambutan akan disampaikan oleh Ketua Umum Lepadsi, Azwar Abubakar.

“Pada momen tersebut juga dilaksanakan launching website resmi Lepadsi,” kata Ketua Umum Lepadsi Azwar Abubakar dalam konferensi pers yang berlangsung di salah satu Warkop di Banda Aceh, Selasa (18/7/2023).

Dalam kesempatan itu, dia meminta dukungan dari masyarakat Aceh agar tabligh akbar ini dapat berjalan dengan lancar.

“Jadi kita minta dukungan dan kehadiran khalayak tokoh masyarakat untuk memberikan semangat kepada kita untuk melaksanakan syariat Islam di Aceh,” ajaknya.

Di samping itu, dia juga menyampaikan sejarah singkat lahirnya Lepadsi. Azwar Abubakar memgatakan Lepadsi terbentuk dari sebuah kekhawatiran terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

Karena itu, Lepasdi hadir untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan masyarakat madani yang berlandaskan pada Syariat Islam. Lebih jauh, Lepadsi merupakan sebuah organisasi masyarakat berbadan hukum yang memberikan kontribusi melalui pemikiran, ide, dan gagasan untuk menjalankan Syariat Islam secara efektif di Aceh.

Organisasi ini bertujuan untuk menyamakan pandangan antara pemerintah, stakeholder, masyarakat, dan lembaga terkait dalam upaya membangun masyarakat madani. Sekali lagi dia mengajak semua pihak untuk melaksanakan Syariat Islam di Aceh.

“Mengajak DPRA, masyarakat untuk melaksanakan Syariat Islam dengan baik di Aceh. Sehingga menghasilkan masyarakat madani masyarakat yang rahmatanlilalamin,” tuturnya.

Azwar Abubakar, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri PAN dan RB pada masa pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, juga menyampaikan lima hal strategis dalam pembangunan Syariat Islam di Aceh. Strategi tersebut mencakup pengaturan qanun, sosialisasi yang transparan kepada masyarakat, pembinaan generasi muda dengan memperkuat aqidah dan akhlak, serta pengaturan kesejahteraan. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments