Banda Aceh (Waspada Aceh) – Jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Aceh sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat mencapai 18,3 juta perjalanan.
Angka di atas mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya 12,9 juta kunjungan.
Wisatawan yang berwisata ke Aceh masih didominasi Wisatawan Nusantara (Wisnus), sementara kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) tetap menunjukkan tren positif. Berdasarkan data perjalanan wisatawan Aceh tahun 2025, total perjalanan Wisnus mencapai 18.304.295, sedangkan Wisman tercatat 41.489 perjalanan.
Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada April 2025 dengan total 2.443.461 perjalanan, seiring momentum libur panjang. Rata-rata kunjungan wisatawan setiap bulannya berada pada angka di atas 1 juta.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata Aceh masih memiliki daya tarik kuat, khususnya bagi wisatawan domestik.
“Pergerakan wisatawan di Aceh masih didominasi wisatawan nusantara. Ini menunjukkan Aceh tetap menjadi tujuan perjalanan favorit, baik untuk wisata alam, religi, maupun budaya,” kata Dedy, Rabu (7/1/2026).
Namun demikian, Dedy mengakui saat ini Aceh sedang menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah. Dampak bencana tersebut menyebabkan beberapa destinasi wisata di wilayah tengah Aceh mengalami kerusakan.
“Beberapa destinasi wisata, terutama di daerah tengah, terdampak dan mengalami kerusakan,” ujarnya.
Meski begitu, Disbudpar Aceh berharap kondisi tersebut dapat segera pulih sehingga aktivitas pariwisata kembali normal.
“Kami berharap kondisi ini segera pulih. Pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan penanganan dan pemulihan agar destinasi wisata bisa kembali dikunjungi dengan aman,” kata Dedy.
Ia menambahkan, pihaknya tetap optimistis pariwisata Aceh akan bangkit, seiring upaya pemulihan pascabencana. Disbudpar Aceh juga akan melakukan penguatan promosi dan penyelenggaraan event budaya di berbagai daerah.
“Dengan dukungan semua pihak dan masyarakat, kami optimistis sektor pariwisata Aceh dapat kembali tumbuh dan bergerak positif,” jelas Dedy. (*)



