Minggu, Januari 25, 2026
spot_img
BerandaAcehKorban Banjir di Aceh Tamiang Masih Sangat Butuh Air Bersih

Korban Banjir di Aceh Tamiang Masih Sangat Butuh Air Bersih

Kualasimpang (Waspada Aceh) – Korban banjir di Aceh Tamiang masih menghadapi krisis air bersih dan butuh penanganan mendesak, setelah sumber air utama mereka dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum berfungsi akibat bencana.

Menurut relawan Yayasan Tangan Kanan, Cahyo Pramono, Selasa (9/12/2025), PDAM adalah satu-satunya sumber air yang ada selama ini, namun “mesin-mesin PDAM mati, belum berfungsi sampai hari ini.”

Kesulitan air semakin parah karena upaya masyarakat membuat sumur juga gagal. Menurut warga setempat, banyak sumur yang dibangun, bahkan sejak dahulu,  hanya menghasilkan air bercampur minyak, sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi korban banjir. Untuk mengatasi masalah ini, sudah ada kiriman air bersih dari Sibolagit yang ditransportasikan dengan banyak mobil truk tangki.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) juga telah menyalurkan air bersih siap minum sejak 5 Desember 2025, dengan total 45.000 liter yang sudah terdistribusi ke titik-titik padat penduduk yang terdampak berat seperti desa Pahlawan, kampung Durian, dan lapas kampung Dalam.

Suplai air dari Pertamina berasal dari Berastagi, Sumatera Utara, dengan jarak sekitar 190 kilometer, meskipun pengiriman sempat tertunda akibat akses jalan yang terputus.

Cahyo Pramono menyebutkan, tantangan baru muncul karena masyarakat tidak memiliki wadah untuk menampung dan membawa air bersih. Untuk mengatasi hal ini, Tim SQL Group telah membuat beberapa tangki atau tandon di Aceh Tamiang, dan saat ini 240 jerigen tangki sedang dalam perjalanan untuk dibagikan ke warga bersama dengan air bersih.

Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola air bersih yang diterima dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat korban banjir. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER