Kamis, Juli 25, 2024
Google search engine
BerandaAcehKorban Amukan Gajah Bertambah, Warga Pidie Meradang

Korban Amukan Gajah Bertambah, Warga Pidie Meradang

Sigli (Waspada Aceh) – Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Pidie menilai, pemerintah terkait tidak becus menangani konflik gajah liar dengan manusia yang mengakibatkan korban jiwa dari masyarakat terus bertambah.

Berdasarkan data terakhir, Minggu (12/2/2023) Fitriani, 45, warga Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie menjadi korban amukan hewan mamalia berbadan raksasa tersebut. Fitriani ditemukan meninggal dunia dengan kondisi hampir seluruh tubuhnya rusak parah setelah diinjak-injak kawanan gajah liar di kawasan pegunungan Alue Panah, Gampong Lhok Keutapang, Dusun Geunie, Tangse.

Atas dasar itu, salah seorang tokoh masyarakat Geumpang, Mane dan Tangse (Geumata) Tgk Muhammad Nasir alias Abu Cek Ninja, menyampaikan rasa kekecewaanya terhadap pemerintah, dalam hal ini BKSDA Aceh, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Pangan.

Eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini menilai, selama ini ketiga instansi tersebut tidak berfungsi alias “impoten” dalam melaksanakan tugas karena tidak mampu menangani konflik gajah liar dengan manusia di semua daerah, termasuk di Kabupaten Pidie.

Sementara anggaran yang diplot untuk sektor itu sangat besar, tetapi instansi tersebut yang menjadi harapan dan tumpuan masyarakat bisa menangani konflik satwa liar dengan manusia tidak mampu mereka lakukan. Sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja mereka di daerah.

Para petugas dari dinas terkait itu, sebut Abu Cek Ninja hanya bisa melakukan koordinasi dan sosialisasi. Sementara, korban jiwa dari masyarakat akibat amukan kawanan gajah liar terus bertambah. Namun, sedikitpun tidak ada rasa empati terhadap masyarakat yang menjadi korban dari amukan kawanan gajah, anehnya lagi mereka yang menuduh warga telah mencaplok jalur lintasnya satwa liar.

“Pada saat ada satu gajah mati akibat tersengat listrik yang digunakan untuk babi. BKSDA mati-matian membela gajah itu. Bahkan pemilik kebun dilaporkan ke polisi agar dihukum berat, dengan membiarkan anak-anak petani itu tidak bisa bersekolah karena ayahnya dipenjara. Tetapi sebaliknya, ketika ada orang meninggal mereka diam. Jadi apa gunanya instansi itu” kata Abu CekNinja, Selasa (14/2/2023).

Secara terpisah, Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Teuku Saifullah, turut berduka cita atas meninggalnya Fitriani, warga Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse yang meninggal dunia akibat diamuk kawanan gajah liar.

Maka dari itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie ini mendorong Pemkab Pidie, khususnya Pemerintah Provinsi Aceh segera melakukan langkah kongkrit untuk mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar di Kabupaten Pidie.

Menurut dia, konflik satwa liar ini dengan manusia perlu segera diakhiri, tentu saja dengan adanya penanganan serius yang melibatkan orang-orang professional dibidangnya.

“Ini perlu segera diakhiri, jika tidak akan menjadi bom waktu yang bakal meledak kapan saja bila semua pihak, terutama masyarakat tidak menahan diri,” tutupnya. (M. Riza)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER