Kopi Gayo Dukung Geo Tourism di Aceh Tengah dan Bener Meriah

    BERBAGI
    Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar saat meninjau kebun kopi milik seorang petani. (Foto Dok/Waspada)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (Unimal), Iswadi, memaparkan hasil penelitian tentang keberlanjutan kopi Gayo.

    Penelitian yang dilakukan di Aceh Tengah dan Bener Meriah itu menyasar petani kopi, pengusaha kopi, koperasi petani kopi, pemerintah dan wisatawan.

    Menurut ketua peneliti, Iswadi, melaui siaran pers yang diterima Waspadaaceh.com, Sabtu (12/12/2021) mengatakan, hasil penelitian menunjukkan pentingnya peran pemerintah dan koperasi petani kopi untuk mendukung keberlanjutan kopi Gayo.

    “Hasil yang kami dapat peran pemerintah diwujudkan melalui bantuan sarana prasarana produksi, akses terhadap pupuk bersubsidi secara mudah, penyediaan infrastruktur jalan yang baik, pemberian penyuluhan dan pendampingan terhadap petani secara berkelanjutan,” sebut Iswadi.

    Penelitian itu juga mengungkap fakta mengenai peran koperasi terhadap keberlanjutan kopi Gayo, melalui pemberian pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan secara teratur.

    Kata Iswadi, hasil penelitian juga membuktikan keberlanjutan kopi Gayo mendukung geo tourism di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

    “Kopi gayo yang dikenal luas sebagai kopi berkualitas tinggi sehingga mendorong pengembangan pariwisata berbasis geologi dan landscape,” sebut Iswadi.

    Sementara itu Dinas Koperasi Kabupaten Aceh Tengah memberikan apresiasi atas hasil penelitian yang telah dilakukan dosen Unimal karena dapat digunakan dalam membuat kebijakan.

    “Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh pemerintah dalam pemberdayaan petani kopi. Di Aceh Tengah hampir 80 persen masyarakat menggantungkan hidup pada pertanian kopi,” kata Khaidir, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Aceh Tengah.

    Adapun peserta yang diundang dalam diseminasi hasil penelitian meliputi unsur pemerintah daerah, koperasi petani kopi, pengusaha kopi, dan petani kopi dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. (Kia Rukiah)