Konflik Sangketa Lahan, Masyarakat Batee VIII Gelar Aksi di DPRK Aceh Utara

    BERBAGI
    Massa berorasi di luar pintu pagar kantor DPRK Aceh Utara, yang berada di Landing Kecamatan Lhoksukon. (foto/Syaiful).

    Aceh Utara (Waspada Aceh) – Seratusan mahasiswa bersama masyarakat yang tergabung dalam Barisan Batee VIII Mengugat, menggelar aksi demo di pintu gerbang kantor DPRK Aceh Utara di Landing Kecamatan Lhoksukon, Rabu (13/10/2021).

    Aksi unjuk rasa tersebut digelar masyarakat Gampong Batee VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, karena adanya sengketa lahan mereka dengan pihak PT SA.

    Pengamatan Waspadaaceh.com, aksi yang dilakukan sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, sempat memanas. Massa sempat bersitegang dengan pihak kepolisian yang melakukan pengamanan aksi, karena para pendemo dilarang memasuki halaman kantor DPRK dengan alasan menjaga protokol kesehatan.

    Karena tidak izinkan masuk, para pendemo yang terdiri dari mahasiswa Universitas Malikussaleh, IAIN Lhokseumawe bersama masyarakat, akhirnya massa berusaha mendobrak pintu pagar. Namun massa berhasil dihalau oleh aparat kepolisian, sehingga para pendemo tetap menyampaikan aspirasinya dari luar pagar gedung DPRK .

    Koordinator aksi, Ikramullah, dalam orasinya meminta anggota legislative untuk menampung aspriasi empat poin tuntutan masyarakat. Pertama meminta kepada pihak eksekutif dan legislatif agar segera membentuk Tim Pansus (Panitia Khusus) penyelesaian sengketa.

    “Kedua kami meminta agar DPRK Aceh Utara untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak Polres Lhokseumawe agar laporan/tuduhan penyerobotan lahan terhadap masyarakat Kilometer 8 dihentikan,” kata Ikram.

    Salain itu, para pendemo meminta kepada DPRK Aceh Utara segera memanggil BPN untuk mengevaluasi kembali terkait HGU yang dikeluarkan kepada PT. SA.

    “Poin keempat kami meminta DPRK Aceh Utara untuk mendesak Pemda Aceh Utara segera menerbitkan surat rekomendasi kepada BPN untuk segera turun dan mengukur kembali batas antara HGU PT.SA dan wilayah Desa Kilometer 8,” jelasnya.

    Setelah menyampaikan aspirasinya, sekitar pukul 14.00 WIB dua anggota DPRK, yaitu Azwir (Tgk Aceh) Wakil Ketua Komisi 1 dan H. Azalifuazi, anggota Komisi I, didampingi Sekwan, T Safwansyah, menjumpai para pendemo.  (syaiful).

    BERBAGI