BerandaAcehKompetisi Foto Tugu Tsunami Aceh Dibuka, Dorong Edukasi Mitigasi Bencana

Kompetisi Foto Tugu Tsunami Aceh Dibuka, Dorong Edukasi Mitigasi Bencana

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kompetisi Tsunami Pole Photography Competition 2026 resmi digelar untuk masyarakat umum. Lomba fotografi ini mengajak peserta mengabadikan Tugu Tsunami Aceh sebagai simbol pengingat bencana sekaligus media edukasi kesiapsiagaan menghadapi tsunami.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BMKG Provinsi Aceh bekerja sama dengan Osaka University Jepang serta UKM Fastana TDMRC Universitas Syiah Kuala. Kompetisi tersebut bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan tugu tsunami sebagai media visual untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana.

Tugu Tsunami atau Tsunami Pole merupakan penanda tinggi gelombang tsunami yang dibangun di sejumlah lokasi di Aceh pascabencana tsunami 2004. Tugu tersebut berfungsi sebagai pengingat bagi masyarakat mengenai dampak bencana sekaligus pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami.

Kompetisi ini diharapkan dapat memperkuat pesan edukasi kebencanaan melalui pendekatan visual yang mudah dipahami masyarakat.

“Melalui fotografi, masyarakat dapat menyampaikan pesan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana sekaligus menjaga memori kolektif terhadap peristiwa tsunami,” ujar Prof. Megumi Sugimoto Osaka University. Selasa (3/3/2036)

Kompetisi fotografi ini terbuka untuk masyarakat umum, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat luas tanpa batasan usia dan profesi. Peserta diminta mengirimkan karya foto yang menampilkan Tugu Tsunami Aceh (Aceh Tsunami Pole) sebagai objek utama.

Pendaftaran dan pengunggahan karya dibuka sejak 18 Februari hingga 6 Maret 2026 melalui formulir pendaftaran yang disediakan panitia. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya foto.

Panitia menetapkan sejumlah ketentuan teknis bagi peserta. Foto yang dikirim harus merupakan karya asli, belum pernah memenangkan lomba fotografi lain, serta tidak mengandung unsur SARA, pornografi, maupun kekerasan.

Peserta diperbolehkan menggunakan berbagai jenis kamera, mulai dari kamera DSLR, mirrorless hingga smartphone. File foto harus berformat JPEG atau JPG dengan ukuran maksimal 5 MB.

Dalam proses pengolahan gambar, panitia hanya memperbolehkan pengeditan dasar seperti koreksi warna, kontras, brightness, dan cropping ringan. Sementara manipulasi digital seperti menambah atau menghapus objek, penggunaan teknik komposit, hingga bantuan AI generator tidak diperkenankan.

Penilaian lomba akan dilakukan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu kesesuaian tema (40 persen), teknik fotografi (30 persen), kreativitas dan orisinalitas (20 persen), serta estetika (10 persen).

Kompetisi ini tidak dipungut biaya pendaftaran. Peserta berkesempatan memperoleh hadiah uang tunai, hadiah eksklusif, serta e-sertifikat bagi para pemenang.

Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 10 Maret 2026.

Panitia berharap melalui kompetisi ini masyarakat dapat terus mengingat peristiwa tsunami Aceh sekaligus memperkuat literasi kebencanaan melalui karya fotografi.

Informasi lebih lanjut mengenai lomba dapat diakses melalui akun Instagram @tsunamipole, @fastanatdmrc, dan @infobmkg_aceh, atau menghubungi panitia melalui nomor 0822-8936-7802 (Zaskia). (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER