Banda Aceh (Waspada Aceh) – Komisoner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Putri Nofriza mendorong lembaga penyiaran menginformasikan tentang stunting di Aceh.
Menurutnya, semua pihak harus terlibat dan saling bahu membahu dalam menekan angka stunting di Aceh, termasuk lembaga penyiaran. Apalagi lembaga penyiaran merupakan corong pemerintah untuk membantu dalam mendistribusikan informasi kepada masyarakat luas.
BACA: Angkut BBM Bersubsidi 1.320 Liter, 2 Warga Aceh Selatan Ditangkap
Atas dasar itu, KPI Aceh secara kelembagaan dapat berkontribusi dan mendukung program pemerintah melelui Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) dengan cara mendorong lembaga penyiaran untuk terlibat aktif dalam menyiarkan semua informasi terkait stunting.
“Informasi itu bisa berupa edukasi, bahaya stunting, pencegahan stunting, update jumlah stunting serta pentingnya imunisasi,” ucap Putri yang juga pengurus harian wilayah Fatayat NU Aceh kepada waspadaaceh.com, Minggu (4/9/2022).
BACA: BBM Naik, Tarif Angkutan Umum Antar Daerah di Aceh Ikut Naik
Menurutnya, hal ini tidak serta merta menjadi tanggung jawab dari pemerintah saja, namun juga melibatkan semua pihak, mulai dari desa, sekolah sampai ke level media.
“Media harus mempunyai orientasi untuk mendukung program GISA ini, agar capaian yang diharapkan oleh pemerintah melalui penanganan terhadap stunting serta imunisasi di Aceh dapat memberikan satu perubahan yang signifikan. Selain itu dapat mengatasi penekanan angka stunting serta peningkatan imun tubuh melalui imunisasi,” ucap Putri yang pernah menjabat sebagai Ketua KPI Aceh ini.
BACA: Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir di Aceh Selatan
Sekali lagi, kata Putri, KPI Aceh meminta semua pihak untuk bersama-sama terlibat aktif khususnya lembaga penyiaran dalam menyiarkan program pemerintah yaitu GISA dengan berbagai cara yang informatif.
BACA: 5 Destinasi Aceh Kokoh di Puncak Klasemen API Awards 2022