Jantho (Waspada Aceh) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Iskandar Ali, mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk mengedukasi masyarakat, khususnya peternak itik, ayam dan peternak ikan, agar mampu memproduksi pakan alternatif sendiri.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kolonel Reki dari Kodam Iskandar Muda, yang mampu membuat pilot project pembuatan pakan alternatif untuk peternakan bebek,” kata Iskandar Ali kepada Waspadaaceh.com, Rabu (11/11/2021).
Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh Besar ini menyebutkan, apa yang dikembangkan oleh Kolonel Cpl Reki Feriyanto, patut ditiru oleh dinas terkait di Aceh Besar, dalam menangani persoalan mahalnya pakan ternak.

Menurutnya, di Aceh Besar ada banyak petani yang mencoba mengembangkan peternakan bebebk dan ikan, tapi terbentur dengan harga pakan pabrikan yang terus melambung. Akibat tingginya harga pakan, petani banyak yang merugi. Karena, kata dia, antara biaya pakan dengan hasil ternaknya, jika dihitung petani tidak mendapat kentungan.
“Akhirnya petani membiarkan begitu saja ternaknya mencari makan sendiri, akhirnya tidak produktif. Padahal ada solusinya, yaitu bisa membuat pakan sendiri bila ada yang memfasilitasi petani untuk belajar dengan Kolonel Reki,” kata Iskandar.
Iskandar yang juga ketua KADIN Aceh Besar itu menyebutkan, Pemkab Aceh Besar melalui instansi terkait, seperti Dinas Peternakan atau Dinas Pertanian, dapat memfasilitasi para petani untuk belajar membuat pakan alternatif melalui Kolonel Reki. Tentu itu langkah yang solutif bagi petani atau peternak yang saat ini mengalami krisis pakan.
Sebagaimana diketahui, Kolonel Reki mengembangkan tanaman air jenis azolla, lemna dan wolfia di Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Tanaman air ini menjadi pakan ternak bebek yang dikembangkannya. (kia rukiah)