Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaAcehKetua DPRA Diminta Tidak Serang Sekda di Ruang Publik

Ketua DPRA Diminta Tidak Serang Sekda di Ruang Publik

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pernyataan Ketua DPR Aceh terkait kinerja Pemerintah Aceh, khususnya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, menuai respons dari internal Partai Aceh (PA).

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Kota Subulussalam mengingatkan seluruh kader PA di DPRA agar tetap solid mendukung jalannya pemerintahan Aceh.

Sekretaris DPW PA Subulussalam, Ardhiyanto Ujung atau akrab disapa Toto, menilai pernyataan yang berkembang di ruang publik berpotensi memunculkan kesan adanya serangan terhadap sosok Sekda Aceh sebagai Ketua TAPA. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat jika tidak disikapi secara bijak.

“Pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran. Saat PA memegang tampuk pemerintahan, justru terjadi perpecahan di internal. Masa kelam itu tidak boleh terulang,” ujar Toto kepada Waspada Jumat (30/1/2026).

Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi internal partai, terlebih antara unsur eksekutif dan legislatif yang saat ini sama-sama diisi oleh kader PA. Setiap pernyataan publik, kata dia, perlu disaring agar tidak menimbulkan tafsir yang merugikan soliditas partai.

Menurut Toto, Sekda merupakan pejabat yang mendapat kepercayaan penuh dari Gubernur Aceh. Karena itu, jika ada hal yang perlu dikritisi, sebaiknya disampaikan melalui jalur komunikasi internal, bukan melalui pernyataan terbuka di media.

Toto ini menilai jika statemen tersebut menimbulkan kesan di publik bahwa Ketua DPR Aceh menyerang sosok Sekda, dalam hal ini sebagai ketua TAP Aceh.

“DPW PA Subulussalam berharap komunikasi dan pernyataan yang dilontarkan oleh Kader PA di DPRA dapat disaring dengan baik sehingga tidak salah dipersepsikan publik,” pesan Toto, yang juga anggota DPRK Subulussalam itu.

Diingatkan Toto, sosok Sekda dalam pemerintahan merupakan yang sangat dipercayai oleh orang nomor satu di pemerintahan, dalam hal ini Gubernur Aceh.

Seharusnya kata Toto, sekelas Ketua DPRA dapat berkomunikasi langsung dengan gubernur, bukan membuat statement ke media.

“Gubernur dan Ketua DPRA sama-sama dari PA, pasti tidak sulit membangun komunikasi,” kata Toto.

Terlebih saat ini Aceh sedang dalam masa membangun pascabencana alam, semua pihak diingatkan bersatu dan menahan diri dalam memberikan pernyataan di media.

Dikatakan, DPRA bagian dari Pemerintahan Aceh sangat berperan dalam menghadapi situasi saat ini. Terlebih dari PA, dipastikan wajib mendukung pemerintahan yang dikomandoi oleh Mualem.

Kader PA di daerah, kata dia, berharap Pemerintah Aceh dan DPRA saling bahu-membahu dalam membangun Aceh, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat Aceh.

Momentum saat ini, eksekutif dan legislatif sama-sama dipegang PA, menurut Toto wajib dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebesaran PA dan kemajuan Aceh. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER