Kerusuhan Pasca Laga Persebaya Vs Arema, Selain Menewaskan 129 Orang Juga Melukai 180 Orang

    BERBAGI

    Malang (Waspada Aceh) – Korban tewas dalam kerusuhan pasca pertandingan sepakbola antara Arema melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022), masih simpang siur.

    Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, sebelumnya dalam jumpa pers Minggu pagi (2/10/2022), mengatakan 127 orang yang meninggal dunia, dua di antaranya anggota Polri. Beberapa jam kemudian, jumlah korban meninggal dunia dinyatakan bertambah menjadi 129 orang.

    “Dua di antaranya anggota Polri,” kata Nico sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.

    Kerusuhan dipicu kekalahan Arema FC dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Ribuan suporter Aremania kemudian menyerbu masuk ke lapangan.

    Pada jumpa pers yang dihadiri Ketua DPRD Jatim, Wakapolda Jatim, Kapolresta Malang, Dandim Malang dan Bupati Malang itu, Kapolda Jatim menyampaikan krologis kerusuhan tersebut.

    Kata Kapolda Nico, pada pukul 21.58 WIB setelah pertandingan selesai, pemain dan official Persebaya Surabaya, dari lapangan masuk ke dalam kamar ganti pemain. Ketika itu mereka dilempari oleh suporter Aremania dari tribun dengan botol air mineral dan lain lain.

    Pukul 22.00 WIB saat pemain dan official Arema FC dari lapangan berjalan masuk menuju kamar ganti pemain, suporter Aremania turun ke lapangan dan menyerang pemain dan official Arema FC. Petugas keamanan melindungi mereka dan dibawa masuk ke dalam kamar ganti pemain.

    Selanjutnya suporter Aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan menyerang aparat keamanan. Karena suporter aremania semakin brutal dan terus menyerang, aparat keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter yang menyerang tersebut. Kemudian Aremania yang berada di tribun berlari membubarkan diri keluar stadion.

    Pihak keamanan masuk ke dalam lobi dalam Stadion Kanjuruhan dan standby di lobi depan pintu VIP. Sekira pukul 22.30 WIB saat rombongan pemain dan official Persebaya Surabaya menggunakan Rantis dan pengawalan, akan bergerak meninggalkan Stadion Kanjuruhan, suporter Aremania menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar stadion. Aremania juga melempari kendaraan rombongan dengan paving blok, botol air mineral, batu, kayu dan lain lain.

    Kemudian Aremania juga merusak 2 unit mobil Patwal Sat Lantas dan membakar 1 unit truk Brimob dan 2 unit mobil di pintu masuk depan Stadion Kanjuruhan. Selanjutnya Aremania yang mengadang tersebut dibubarkan oleh aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata. Rombongan tertahan karena jalan masih dihadang oleh pagar besi pembatas.

    Akibat kejadian tersebut, kata Kapolda, banyak suporter Aremania dan aparat keamanan yang mengalami luka-luka. Suporter Aremania yang mengalami luka luka dan sesak nafas dirawat Ruang Medis Stadion Kanjuruhan. Karena korban terlalu banyak dan ruang medis tidak bisa menampung, selanjutnya korban dibawa ke beberapa rumah sakit di wilayah Kepanjen antara lain RS Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Hasta Husada dan lainnya dengan menggunakan kendaraan ambulans, truk Polres Malang, truk Yon Zipur 5 Kepanjen, truk Kodim dan kendaraan lainnya.

    Insiden ini selain menewaskan 129 orang, melukai 180 orang dan masih dirawat di rumah sakit, juga menyebabkan 13 kendaraan aparat mengalami kerusakan dan ada yang dibakar massa. (*)