Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaTulisan FeatureKerangka Leluhur Gayo, Diduga Manusia Tertua di Aceh

Kerangka Leluhur Gayo, Diduga Manusia Tertua di Aceh

“Lho kok Aceh Tengah memamerkan kerangka manusia. Ada apa ini”? tanya seorang pengunjung stand PKA di anjungan negeri Lut Tawar ini. “Apakah Anda tidak tahu bahwa manusia tertua di Aceh ada di Aceh Tengah,” jawab Uswatuddin, ketua kontingen PKA Aceh Tengah.

Karena penasaran, mulailah pengunjung mendalami bagaimana sejarah manusia “tua” di Aceh ini. Sukmawati, yang pernah menjabat sebagai Ketua Museum Aceh Tengah selama 4 tahun, dengan gamblang memberikan penjelasan. Sukma sudah mendalami sejarah manusia di Gayo.

Sejarah peradaban manusia tua Aceh ini ada di Gua Mendale dan Gua Ujung Karang, Aceh Tengah. Ada dua budaya di sana. Budaya Austronesia antara kisaran 4000 – 5000 tahun yang lalu dan budaya Howabinh yang umurnya mencapai 8.500 tahun yang lalu.

Badan Arkeologi (Balar) Medan yang melakukan penelitian, di dua gua ini sejak tahun 2009 telah menemukan kerangka manusia dari ras Australomelanasoid (8.500 tahun lalu) dan kerangka manusia pada jaman budaya Austronesia (4000-5000 tahun lalu).

Selain penemuan kerangka manusia, juga ditemukan gerabah, tulang hewan, mata panah dari batu dan tembikar. Penemuan ini telah membuat fakta sejarah yang akhirnya bertolak-belakang. Selama ini Taiwan, Campa dan India disebut cikal bakal budaya tua di Asia Tenggara. Namun dengan temuan arkeolog Balar Medan, membuktikan budaya tua Austronesia itu ada di Gayo, Aceh.

Menurut Ketut Wiradnyana, Ketua Balar Medan, yang melakukan penggalian dan penelitian di Gayo, menjelaskan, ada kejutan baru dalam budaya Austronesia di Asia. Di Gayo ditemukan tembikar black ware yang sudah berusia lebih dari 4.000 tahun lalu.

Usia tembikar ini lebih tua dari temuan arkeolog di India dan Taiwan. Demikian dengan Batak yang selama ini disebut asalnya orang Gayo, ternyata Batak dengan budaya Dongsonnya, jauh lebih muda dari Gayo. Batak baru berumur 3.500 tahun, sementara di Gayo sudah dihuni manusia lebih dari 8.500 tahun yang lalu (budaya Howabinh).

“Benar, hasil ekskavasi yang kita lakukan di Gua Mendale (Ceruk Mendale), Kecamatan Kebayakan, ditemukan tembikar yang jauh lebih tua daripada tembikar di India dan Taiwan,” sebut Ketut Wiradnyana, tim Balar Medan yang melakukan penggalian dan penelitian di Aceh Tengah.

“Secara konteks arkeologis, temuan tembikar berusia 4.000 tahun lalu di Ceruk Mendale bisa dipridiksi cikal bakal lahirnya budaya ras Austronesia berupa tembikar black ware. Tembikar tersebut hingga kini masih bertahan sebagai warisan budaya nenek moyang etnis India dan Taiwan,” sebut Ketut.

Ada keterkaitan budaya Gayo dan India maupun Taiwan. Dengan demikian, manusia yang ada di India dan Taiwan berpeluang berasal dari Gayo. Untuk hal ini, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam, sebut ketut.

Penyebaran ras Austronesia asal Gayo berikut budayanya hingga menyebar ke daerah luar, seperti ke India dan Taiwan, memungkinkan dipergunakan jalur migrasi laut menggunakan alat sederhana pada zamannya, kata Ketut.

Temuan-temuan ilmiah yang dilakukan Badan Arkeolog Medan, telah membuka tabir baru tentang budaya Austronesia di Asia. Di Gayo sebelum hadir budaya Austronesia, di sana telah terlebih dahulu dihuni manusia dengan budaya Howabinh yang jauh lebih tua dari budaya Austronesia. Budaya Howabinh di sana diperkirakan berumur 8.500 tahun yang lalu.

Lantas Bagaimana dengan manusia yang menghuni Provinsi Aceh, provinsi paling barat Sumatra ini? Penduduk asli di Serambi Mekkah ini disebut sebut berasal dari Arab, Cina, Eropa dan Hindia.

Daerah Pidie misalnya, dikenal dengan Kerajaan Pedir, cikal bakal manusia di sana selama ini diyakini dari India. Apakah manusia di Aceh juga pada awalnya berasal dari Gayo? Dengan adanya temuan tembikar di Gua Loyang Mendale, bahwa tembikar di sana juah lebih tua dari Taiwan dan India, membuka peluang budaya Austronesia di Asia Tenggara berasal dari Gayo.

Bila kajian ilmiah ini semakin terkuak, tidak tertutup kemungkinan manusia yang berada di Serambi Mekkah pada awalnya berasal dari Gayo, di mana nenek moyang mereka yang berasal dari India, sebenarnya pada awalnya berasal dari Gayo.

Budaya Austronesia di India umurnya lebih muda bila dibandingkan dengan Gayo, sesuai dengan bukti temuan ilmiah di Loyang Mendale yang dilakukan Badan Arkeologi (Balar) Medan. (Bahtiar Gayo)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER