Kamis, April 18, 2024
Google search engine
BerandaAcehKepala BNNP Aceh Abdul Nasir Pindah Tugas

Kepala BNNP Aceh Abdul Nasir Pindah Tugas

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Aceh, Brigjend H.Faisal Abdul Naser, mengatakan, pihaknya bersama BNN kabupaten/kota melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) hingga ke daerah yang rawan.

“Untuk para petani yang dulunya menanam ganja, kita lakukan pendekatan persuasif rumah ke rumah dan memberikan pencerahan kepada masyarakat agar lebih mengerti bahayanya menanam ganja dan ketergantungan narkoba,” kata Faisal Abdul Naser pada acara perpisahannya di halaman Kantor BNNP Aceh di Banda Aceh, Kamis (7/11/2019).

Pada kesempatan itu Faisal Abdul Naser mengucapkan terimakasih kepada Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar dan semua pihak yang telah membantu dan bekerjasama dalam mencegah pengedar narkoba masuk ke wilayah Aceh.

“Di Bireuen sudah sekitar 11.100 hektare yang dulunya lahan ganja, sudah kita ubah menjadi lahan gampong pertanian,” jelasnya.

Dia mengatakan sangat bersyukur karena peredaran narkoba di Aceh sudah berkurang sebagai hasil giatnya upaya pemberantasan oleh semua elemen.

“Saya merasa berdosa juga terhadap pengedar yang ditembak di Medan yang merupakan warga Aceh. Kenapa gak tertangkap di Aceh agar bisa kita bina dan diberikan arahan kepada keluarganya,” ungkap AN, sebutan akrab Kepala BNNP Aceh itu.

“AN, saya ini bukan Abdul Naser, tapi AN, saya adalah Anak Nanggroe,” candanya, disambut gelak tawa para wartawan.

Abdul Nasen berpesan kepada anggotanya untuk melakukan pendekatan secara persuasif dengan kearifan lokal kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan BNN Kota Banda Aceh, dengan melakukan pendekatan ke masjid, musholla, pendekatan ke anak-anak muda, yang terbukti jumlah pengguna narkoba jadi menurun.

Sementara itu Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar mengapresiasi kinerja Kepala BNP Aceh di bawah kepemimpinan Brigjend Pol Faisal Abdul Naser, yang dinilainya sangat luar biasa, meskipun beliau bukan penduduk asli Aceh. Tapi jiwa dan raganya dia berikan untuk kemajuan dan kemakmuran warga Aceh, kata Wali Nanggroe.

“Saya baru satu tahun mengenal beliau, tapi rasanya hubungan kami sudah seperti ayah dan anak. Kalau dia meminta saran, tentunya saran terbaik untuk masyarakat saya berikan, begitu juga saya sering bertukar fikiran untuk yang terbaik bagi masyarakat Aceh,” ungkapnya.

Malik Mahmud menambahkan, beliau juga bukan hanya mampu memberantas para pengedar narkoba, tapi juga mampu merangkul warga masyarakat. Masyarakat yang dulunya petani ganja, dapat mengubahnya menjadi petani palawija dan tanaman lainnya yang bisa menjadi mata pencaharian tanpa harus berusuan dengan pihak berwajib.

“Semoga di tempat tugas yang baru nanti, beliau mampu menjalakan tugasnya dengan baik dan tidak akan lupa dengan Aceh, di mana beliau pernah mengabdi,” lanjut Wali Nanggroe.

Acara perpisaan tersebut dihadiri Wali Nanggroe, BNN Kabupaten/Kota, pejabat BUMN dan para undangan lainnya. (akb).

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER