Aceh Besar (Waspada Aceh) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengunjungi SD Negeri Cot Meuraja, Desa Cot Trieng, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (13/10/2026), untuk melihat langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono makan bersama siswa dan berdialog dengan pihak sekolah untuk mengetahui pengalaman mereka menerima makanan bergizi, sekaligus mendengar masukan terkait pelaksanaan program.
Kunjungan itu turut didampingi anggota DPR RI asal Aceh, T.A. Khalid, serta sejumlah kepala daerah dan pejabat terkait. Kedatangan Sudaryono disambut antusias oleh para siswa yang mengikuti kegiatan belajar di sekolah tersebut.
Sudaryono mengatakan, program MBG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga diharapkan mendukung kesiapan mereka dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Ia menyebutkan, konsumsi protein anak meningkat hampir dua kali lipat sejak program tersebut berjalan. Sementara itu, persentase siswa yang datang ke sekolah dalam keadaan lapar diklaim turun dari lebih dari 50 persen menjadi sekitar 14 persen.
Sudaryono mengatakan, BGN terus melakukan pembenahan agar pelaksanaan MBG semakin tepat sasaran, termasuk melalui pendataan penerima manfaat berdasarkan nama dan alamat (by name by address).
BGN juga mulai menguji pola penyajian makanan secara prasmanan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Sudaryono, sekitar 62 SPPG sedang menguji pola tersebut selama dua pekan sebelum penerapannya diperluas.
Jika uji coba berjalan baik, BGN menargetkan 1.000 hingga 5.000 dapur menggunakan pola prasmanan sampai akhir 2026.
Kepala SD Negeri Cot Meuraja, Elliyana, mengatakan program MBG dirasakan membantu siswa, terutama anak-anak yang membutuhkan dukungan pemenuhan makanan di sekolah.
Menurut dia, program tersebut juga terlihat mendorong semangat siswa untuk datang ke sekolah. Makanan biasanya tiba sekitar pukul 06.10 WIB dan disajikan kepada siswa sekitar pukul 07.00 WIB.
Meski demikian, Elliyana menilai penerapan sistem prasmanan perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing sekolah. Keterbatasan ruang serta usia siswa yang masih kecil menjadi hal yang perlu diperhatikan agar pembagian makanan tetap berjalan tertib. (*)



