Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaAcehKemenag Aceh Besar–Lapas Lhoknga Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Kemenag Aceh Besar–Lapas Lhoknga Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Aceh Besar (Waspada Aceh) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar kembali menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga dalam pembinaan kerohanian dan keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP), melalui program penyuluh masuk penjara.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar Saifuddin bersama Kepala Lapas Kelas III Lhoknga Husni di Lapas Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Bimas Islam H Khalid Wardana, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), serta penyuluh agama Islam.

Kepala Kemenag Aceh Besar Saifuddin, yang akrab disapa Yahwa, mengatakan kerja sama pembinaan keagamaan di Lapas Lhoknga telah berjalan sejak 2022 dan terus dilanjutkan hingga kini.

“Ini bukan kerja sama baru, melainkan keberlanjutan dari ikhtiar yang sudah kita bangun beberapa tahun terakhir,” ujar Yahwa.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki mandat melakukan pembinaan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.

Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas keberagamaan sekaligus membentuk karakter agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

“Penyuluh agama Islam merupakan garda terdepan pembinaan umat, baik di tengah masyarakat maupun di dalam Lapas,” katanya.

Yahwa menambahkan, dalam pelaksanaannya penyuluh agama Islam dari KUA di Aceh Besar melakukan pembinaan secara rutin dua kali dalam sepekan.

Setiap Selasa dikhususkan bagi warga binaan perempuan, sementara Rabu untuk warga binaan laki-laki. Materi pembinaan meliputi baca tulis Al-Qur’an, akidah, akhlak, serta bimbingan rohani.

Ia menyebutkan, berdasarkan laporan pihak Lapas, sejumlah warga binaan yang telah bebas menunjukkan perubahan perilaku positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

“Sebagian dari mereka menjadi lebih baik, mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, bahkan aktif dalam kegiatan keagamaan di kampung masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga Husni menyampaikan, saat ini terdapat sekitar 270 warga binaan di Lapas Lhoknga. Ia menilai program pembinaan kerohanian tersebut sangat penting sebagai bagian dari proses pemasyarakatan.

“Program ini sangat bermanfaat dan layak untuk terus dilanjutkan karena memberi bekal positif bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” kata Husni.

Ia juga mengapresiasi Kemenag Aceh Besar atas konsistensi pembinaan yang selama ini telah berjalan dan berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER