Sabtu, April 20, 2024
Google search engine
BerandaKawasan Garuda Lokasi Favorit Berburu Takjil di Banda Aceh

Kawasan Garuda Lokasi Favorit Berburu Takjil di Banda Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kawasan Kampung Baru atau dikenal dengan kawasan Rujak Garuda Aceh yang berlokasi di Jln. Tgk Pulo Dibaroh, Simpang Garuda, Banda Aceh, menjadi tempat favorit berburu takjil bagi warga Banda Aceh.

Kawasan kuliner tersebut menyajikan berbagai menu berbuka, dari jajanan hingga makanan berat. Sehingga menjelang sore hari, kawasan ini pun dibanjiri pengunjung yang hendak berburu takjil atau sekadar ngabuburit menunggu waktu berbuka.

Begitu ramainya, para pedagang dan pembeli menyebabkan jalanan sekitar menjadi macet.

Pantauan jurnalis _Waspadaaceh.com_, Senin (27/3/2023) berbagai makanan khas Ramadhan ada di sana, seperti sambai een peugaga, leumang, ie bue kanji rumbi, martabak Aceh, urap, kolak, bubur sumsum, es buah, hingga bermacam kue dan minuman dingin.

Seorang pengunjung Putri Balqis, 20, mengaku kawasan ini menjadi tempat favorit untuk berburu takjil. Menurut Putri, selain dekat dengan tempat kerja, kawasan kuliner ini juga menjual berbagai menu makanan berbuka yang lengkap.

“Ia ini lagi cari makanan buat buka puasa, di sini jadi tempat favorit buat cari takjil, ke sini ingin membeli martabak dan rujak,” kata gadis asal Sigli ini.

Menurut Putri, kawasan ini tak hanya buka saat Ramadhan, di hari-hari biasa pun tetap ramai oleh pedagang.

“Kalau di sini memang sudah ramai sama pedagang, cuma kalau puasa jadi ramai banget, jajanannya lebih lengkap lagi,” jelasnya.

Adapun salah satu kuliner yang populer di lokasi ini adalah martabak Aceh. Sekilas, tampilannya mirip seperti martabak telur biasa, yang membedakan adalah proses pembuatannya.

Martabak Aceh dibuat seperti martabak telur. Telur yang dikocok dengan irisan daun bawang, kemudian roti canainya, yang biasanya untuk bagian luar, justru menjadi isi dari martabak.

Tentu ini sangat unik, karena justru kebalikan dari martabak-martabak telur pada umumnya. Biasanya, cemilan ini enak dimakan dengan acar bawang merah dan cabe rawit.

Penjual martabak Aceh, Abdullah, 55, terlihat tangannya begitu cekatan membuat martabak Aceh. Sementara, istrinya Heliana, 52, membungkus martabak yang telah siap disajikan untuk para pembeli.

Pembuatan martabak ini diawali dengan menggoreng kulit martabaknya dan dibentuk segi empat, mirip dengan pembuatan roti canai. Kemudian kulit martabak dilumuri dengan kocokan telur yang telah dicampur dengan rajangan bawang merah dan daun bawang.

Tahap berikutnya, kulit martabak digoreng seperti layaknya membuat dadar, dengan kulit martabak yang berbentuk roti canai segi empat tadi sebagai intinya. Sebagai pelengkap rasa, martabak Aceh disajikan dengan acar bawang dan cabe rawit.

Abdullah mengaku, rutin berjualan takjil di Kawasan Komplek Garuda setiap Ramadhan. Pada hari biasanya ia menjual martabak di Warung Kopi Madan yang berlokasi di Lueng Bata. Namun ketika Ramadhan, Abdullah memutuskan untuk berjualan takjil di sana.

Dia mengakui penjualannya meningkat selama bulan Ramadhan. Dalam satu hari penjualan bisa menghabiskan sebanyak 10 papan telur untuk pembuatan martabak Aceh tersebut.

“Ya lumayan sih, saya rutin jualan di sini kalo bulan puasa penjualan meningkat, dalam satu hari saja Alhamdulillah bisa habis telur dalam satu ikat, ” katanya. (*)

Waspada Aceh on TV

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER