Beranda Aceh Kapolri Puji Keamanan di Aceh Tenggara

Kapolri Puji Keamanan di Aceh Tenggara

BERBAGI

KUTACANE (Waspada): Dalam kunjungan kerjanya sekaligus peresmian gedung Mapolres Aceh Tenggara (Agara) pada Senin (19/3), Kapolri Jenderal Polisi  Prof Drs H.Tito Karnavian, MA, PHD, selalu memuji kabupaten ini mulai dari keamanan, alamnya, suku dan masyarakatnya.

Kapolri tiba di Aceh Tenggara sekitar pukul 09:00 Wib di Bandara ALas Leuser Airport, didampingi sejumlah Pati Polri, diantaranya Kapolda Aceh  Rio S.Djambak,  Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpau, Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Martuani Siregar, anggota DPR-RI komisi III, H.Muslim Ayub SH, dan H.Nasir Djamil, beserta rombongan dari Mabes Polri..

Dalam sambutannya Kapolri mengucapkan rasa terimakasih kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, yang telah mengalokasikan pembangunan gedung Polres Aceh Tenggara sehingga hal ini merupakan motivasi bagi personil Polri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut orang nomor satu dalam tubuh Kepolisian RI tersebut juga menyatakan rasa kekagumannya atas keindahan alam Aceh Tenggara, dengan ibukota Kutacane yang dikelilingi oleh Gunung Leuser dan hutan lebat. Kapolri juga mengagumi keberadaan sungai Lawe Alas yang terbentang di tengah hutan dan pemukiman warga. Keindahan itu Kapolri saksikan saat berada di udara, dalam pesawat.

Kapolri berkeyakinan, dengan kondisi alam dan geografis seperti itu, maka dapat dipastikan Aceh Tenggara yang berjuluk Bumi Sepakat Segenep memiliki tanah yang subur sehingga dapat menyejahterakan raknyatnya.

Menurut Kapolri, hal itu mengingatkan dirinya akan sebuah negara yang beraada di Ocenia bernama New Zeland atau Selandia Baru, di manaa rakyat dan pemerintah hidup rukun. Pemilik lahan sebagian besar adalah petani sehingga membawa negeri tersebut kepada kemakmuran.

Mengenai keamanan, Tito Karnavian memberi pujian kepada Aceh Tenggara yang merupakan salah satu kabupaten paling aman. Baik saat ini ataupun di masa konflik. Menurutnya, nilai sebuah keamanan tersebut sama dengan arti sebuah kesehatan. Walaupun keamanan bukan segala-galanya, tetapi jika tidak aman maka segala-gaalanya tidak akan berarti, begitu juga dengan kesehatan.

Kapolri yang disambut dengan tari adat Belo Mesusun dan kreasi adat Pelebat, kembali melontarkan pujian tentang adanyaa putra Aceh Tenggara yang berada di Senayan menjabat sebagai anggota DPR-RI, yakni Muslim Ayub yang selalu memberikan kontribusi dan masukan yang tidak sedikit kepada Polisi. Begitu juga dengan H.Nasir Jamil yang juga anggota DPR RI, keduanya dari komisi III yang juga merupakan putra Aceh.

Sementra Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim, menjelaskan bahwa gedung Mapolres Aceh Tenggara yang berada di tengah Kota Kutacane, dibangun dengan menggunakan biaya APBK dalam 2 tahun anggaran yakni 2015 dan 2016, ditambah pengadaan mobiler pada tahun 2017 dengan total biaya berkisar Rp14 Miliar lebih.

Anggota DPR-RI H.Muslim Ayub, SH, MM, dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada Kapolri Tito Karnavian atas kedatangannya di tempat kelahirannya. Menurut Muslim Ayub, sejak kabupaten ini dimekarkan dari kabupaten induk Aceh Tengah pada tahun 1974, belum pernah dikunjungi oleh pemimpin tertinggi Polri, dan hal ini merupakan kebanggan tersendiri bagi masyarakat Aceh Tenggara.

Kapolri beserta romboingan kembali beranjak dari Aceh Tenggara ke Sumatera Utara melalaui Bandar Alas Leuser Airport sekitar pukul 01:00 Wib, sementara rombongan Kapolda Aceh kembali bertolak ke Banda Aceh melalui jalan dara Aceh Tengah. (cas)

 

BERBAGI